HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Harga Sembako Bergejolak di Indramayu, Babinsa Koramil Krangkeng Turun Tangan: Mayoritas Komoditas Naik, Warga Diminta Waspada


Lonjakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius di wilayah Kabupaten Indramayu. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, sebagian besar harga sembako dilaporkan mengalami kenaikan signifikan, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Situasi ini mendorong aparat kewilayahan untuk bergerak cepat melakukan pemantauan langsung di lapangan. Melalui jajaran Koramil, monitoring harga dilakukan guna memastikan kondisi pasar tetap terkendali serta mencegah potensi gejolak yang lebih luas.

Seperti yang dilaporkan kepada Yth. Dandim 0616/Indramayu, kegiatan monitoring dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Pemantauan dilakukan di PD Pasar Singakerta, yang berada di Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh anggota Koramil 1610/Krangkeng, Kopka Kadilan, yang secara langsung turun ke lapangan untuk mengecek perkembangan harga sejumlah komoditas penting.

Dari hasil pemantauan, ditemukan bahwa mayoritas harga bahan pokok mengalami kenaikan. Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah antisipatif.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan antara lain telur ayam yang kini berada di angka Rp29.000 per kilogram. Selain itu, harga daging ayam turut naik menjadi Rp40.000 per kilogram, sementara daging sapi menembus Rp130.000 per kilogram.

Tidak hanya itu, sejumlah kebutuhan dapur lainnya juga mengalami kenaikan harga. Gula pasir tercatat naik menjadi Rp16.000 per kilogram, bawang merah mencapai Rp48.000 per kilogram, dan bawang putih berada di angka Rp42.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada kacang kedelai yang kini dijual Rp19.000 per kilogram, serta jagung yang mencapai Rp11.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga pada berbagai sektor bahan pangan.

Di sisi lain, terdapat satu komoditas yang justru mengalami penurunan harga, yakni beras. Saat ini, harga beras berada di angka Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng terpantau stabil di harga Rp17.000 per kilogram.

Menurut Kopka Kadilan, monitoring ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gejolak harga di pasar tradisional. Dengan pemantauan rutin, diharapkan setiap perubahan harga dapat segera diketahui dan dilaporkan untuk ditindaklanjuti.

“Kami memastikan kondisi pasar tetap aman dan aktivitas jual beli berjalan lancar. Hasil monitoring ini akan menjadi bahan laporan dan evaluasi,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di pasar terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli tetap berjalan normal meskipun terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas.

Namun demikian, kenaikan harga ini tetap menjadi perhatian serius. Pasalnya, fluktuasi harga sembako berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, terutama di tingkat ekonomi menengah ke bawah.

Pengawasan yang dilakukan aparat teritorial ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan dengan baik.

Dengan adanya laporan ini, diharapkan pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera mengambil langkah strategis, seperti operasi pasar atau pengendalian distribusi, guna menekan lonjakan harga yang terjadi.

Kondisi harga sembako di Kecamatan Krangkeng ini menjadi cerminan situasi yang perlu diantisipasi secara serius. Monitoring berkala akan terus dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Posting Komentar