HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Harga Sembako Dipantau Ketat, TNI Turun Langsung ke Pasar Terisi Jaga Stabilitas Pangan


Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat di daerah. Di tengah dinamika harga pangan yang kerap berfluktuasi, jajaran TNI di wilayah Kabupaten Indramayu mengambil langkah proaktif dengan turun langsung ke pasar tradisional. Monitoring ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat tetap terjaga.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu pagi (8/4/2026) di Pasar Terisi, Desa Karangasem, Kecamatan Terisi. Sejak pukul 07.30 WIB, anggota Koramil 1613/Terisi, Serka F. Apik, melakukan pengecekan langsung terhadap harga sejumlah komoditas utama yang menjadi kebutuhan harian warga. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara aparat teritorial dengan kondisi riil di lapangan, khususnya dalam sektor ekonomi masyarakat.

Monitoring yang dilakukan tidak hanya sekadar formalitas, melainkan juga sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat. Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok relatif stabil, meski beberapa komoditas masih berada di kisaran harga yang cukup tinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun, harga beras berada di angka Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng tercatat Rp16.000 per kilogram. Komoditas lain seperti telur ayam mencapai Rp33.000 per kilogram, sedangkan jagung berada di kisaran Rp10.000 per kilogram. Untuk gula pasir, harga saat ini menyentuh Rp17.000 per kilogram.

Sementara itu, bahan pokok lainnya seperti kacang kedelai dijual dengan harga Rp19.000 per kilogram. Harga bawang merah tercatat cukup tinggi, yakni Rp44.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp40.000 per kilogram. Untuk kebutuhan protein hewani, daging ayam dijual seharga Rp36.000 per kilogram, dan daging sapi mencapai Rp130.000 per kilogram.

Hasil monitoring tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar harga kebutuhan pokok masih berada dalam batas wajar, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami tekanan harga. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat daya beli masyarakat sangat dipengaruhi oleh stabilitas harga pangan.

Kegiatan monitoring seperti ini dinilai penting dalam menjaga keseimbangan pasar. Dengan adanya keterlibatan aparat kewilayahan, diharapkan potensi penimbunan barang, permainan harga, hingga distribusi yang tidak merata dapat diantisipasi lebih dini. Selain itu, kehadiran aparat juga memberikan rasa aman dan kepastian bagi para pedagang maupun pembeli.

Tidak hanya itu, hasil pemantauan ini juga menjadi bahan laporan berjenjang kepada komando atas, sebagai bagian dari sistem informasi teritorial. Data yang diperoleh di lapangan akan menjadi acuan dalam mengambil langkah-langkah strategis, baik di tingkat daerah maupun pusat, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Terisi terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan seperti biasa tanpa adanya gangguan berarti. Para pedagang pun menyambut baik kegiatan monitoring tersebut, karena dinilai dapat membantu menjaga stabilitas pasar dan mencegah gejolak harga yang tidak terkendali.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Dengan pemantauan yang konsisten, pemerintah bersama aparat terkait dapat memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa stabilitas pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen di daerah. Melalui sinergi yang kuat, diharapkan ketahanan pangan masyarakat dapat terus terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada.

Posting Komentar