Lawan Wereng, Babinsa Turun ke Sawah! Aksi Cepat Koramil Sliyeg Selamatkan Panen Petani
Indramayu – Ancaman hama wereng yang kerap menghantui musim tanam kembali diantisipasi secara serius oleh jajaran TNI. Melalui peran aktif Babinsa, upaya penyelamatan hasil panen petani dilakukan langsung di lapangan, seperti yang terlihat di wilayah Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Selasa (21/3/2026).
Bertempat di area persawahan Blok Desa Longok, kegiatan pendampingan pertanian dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1607/Sliyeg, Serma Darsono, sejak pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini difokuskan pada penyemprotan tanaman padi guna mencegah serangan hama wereng yang berpotensi merusak hasil panen.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, aparat teritorial juga aktif membantu petani menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.
Serma Darsono turun langsung ke sawah bersama petani setempat, Kusnadi, untuk melakukan penyemprotan secara menyeluruh. Pendampingan ini sekaligus memberikan edukasi kepada petani terkait cara penanganan hama yang efektif dan tepat sasaran.
“Pendampingan ini penting agar petani tidak salah dalam penanganan hama. Jika wereng tidak dikendalikan sejak dini, bisa menyebabkan gagal panen,” ujar Serma Darsono di sela kegiatan.
Hama wereng dikenal sebagai salah satu ancaman serius bagi tanaman padi. Serangannya yang cepat dapat menyebabkan tanaman menguning hingga mati, sehingga berdampak langsung pada produktivitas hasil pertanian. Oleh karena itu, tindakan pencegahan melalui penyemprotan menjadi langkah krusial.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga sektor pertanian. Kehadiran Babinsa di tengah petani memberikan motivasi sekaligus rasa percaya diri dalam menghadapi ancaman hama.
Selain itu, pendampingan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan petani dalam pengelolaan lahan, sehingga hasil panen dapat lebih optimal. Produktivitas yang meningkat tentu akan berdampak pada kesejahteraan petani secara keseluruhan.
Program pendampingan pertanian yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari strategi teritorial TNI dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Indramayu sebagai salah satu lumbung padi nasional menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam hal ini.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman dan kondusif. Penyemprotan berjalan lancar tanpa kendala berarti, dan berhasil dilakukan sesuai rencana hingga selesai pada pukul 11.00 WIB.
Langkah sigap Babinsa Koramil 1607/Sliyeg ini menunjukkan bahwa peran TNI tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, diharapkan para petani mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk serangan hama, sehingga produksi padi tetap terjaga dan ketahanan pangan nasional semakin kuat.
