HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sertu Dade S Ikuti Rakor Masa Tanam Gadu di Haurgeulis, Fokus Antisipasi Kekurangan Air


Persiapan menghadapi masa tanam gadu mulai dimatangkan di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan sektor pertanian menggelar rapat koordinasi guna memastikan ketersediaan air bagi para petani saat musim tanam tiba.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pengamat Pengairan Desa Cipancuh, Kamis (2/4/2026), dengan melibatkan unsur TNI melalui Babinsa Desa Cipancuh, Sertu Dade S. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari dukungan aparat teritorial dalam mengawal ketahanan pangan di wilayah binaan.

Rapat koordinasi ini membahas strategi pengaturan distribusi air irigasi agar tidak terjadi kekurangan maupun perebutan air di kalangan petani. Hal ini dinilai krusial mengingat masa tanam gadu seringkali dihadapkan pada keterbatasan debit air, terutama saat musim kemarau mulai mendekat.

Dalam forum tersebut, berbagai pihak menyampaikan pandangan dan solusi terkait pengelolaan air yang efektif dan merata. Camat Haurgeulis, Rorry Firmansyah, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk menjaga stabilitas produksi pertanian di wilayahnya.

Sementara itu, Supervisor Sungai dan Irigasi Perum Jasa Tirta II, TB Moch Sandi A., menjelaskan kondisi terkini sumber daya air serta pola distribusi yang akan diterapkan. Ia mengingatkan bahwa pengaturan jadwal pengairan harus dilakukan secara disiplin agar seluruh lahan pertanian dapat teraliri dengan baik.

Penyuluh pertanian dari BPP Kecamatan Haurgeulis, Risdianto, juga menambahkan bahwa kesiapan petani dalam mengikuti jadwal tanam dan pengairan menjadi faktor penting dalam keberhasilan musim tanam gadu. Ia mengimbau petani untuk tetap berkoordinasi dengan petugas lapangan guna menghindari kendala teknis.

Sertu Dade S menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung dan mengawal hasil kesepakatan rapat agar dapat berjalan di lapangan. Menurutnya, peran Babinsa tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga membantu memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal.

“Koordinasi seperti ini sangat penting agar tidak terjadi konflik di lapangan, terutama terkait pembagian air. Kami siap membantu menjaga kondusivitas di wilayah,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh Danramil 1615/Haurgeulis, perwakilan kuwu se-Kecamatan Haurgeulis, unsur Raksa Bumi, kapotan, serta para petani. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan musim tanam mendatang.

Para peserta rapat sepakat bahwa pengaturan air harus dilakukan secara adil dan terjadwal. Selain itu, komunikasi antarpetani dan petugas pengairan juga perlu ditingkatkan agar setiap permasalahan dapat segera diatasi.

Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan masa tanam gadu di wilayah Haurgeulis dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ketersediaan air yang cukup dan terdistribusi dengan baik menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas pertanian.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Rapat berjalan lancar hingga selesai dengan menghasilkan sejumlah kesepakatan yang akan menjadi acuan dalam pelaksanaan di lapangan.

Posting Komentar