Warung Liar di Lapangan Kujang Jadi Sorotan! Babinsa Koramil 1614 Anjatan Turun Tangan, Penataan Segera Dilakukan
Indramayu — Keberadaan warung-warung di sekitar Lapangan Kujang, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, kini menjadi sorotan. Kondisi yang dinilai kurang tertata mendorong aparat TNI bersama unsur pemerintah dan masyarakat untuk segera mengambil langkah penataan demi menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan nyaman.
Babinsa Desa Patrol, Serka Agus Nurohman dari Koramil setempat, turun langsung melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Kegiatan tersebut bertujuan membahas penataan warung-warung yang berada di sekitar area lapangan yang menjadi salah satu pusat aktivitas warga.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah unsur penting, mulai dari pihak kecamatan, pemerintah desa, hingga aparat keamanan. Camat Patrol, Bagus Asep T, turut hadir bersama stafnya, didampingi Kuwu Desa Patrol, Sofyan Al-Fajri, SE. Selain itu, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, pengelola BUMDes, serta perwakilan masyarakat juga ikut dalam diskusi tersebut.
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi terbaik terkait keberadaan warung yang selama ini tumbuh di sekitar lapangan. Sejumlah pihak menilai bahwa penataan perlu segera dilakukan agar tidak mengganggu fungsi ruang publik serta menjaga keindahan kawasan.
Serka Agus Nurohman menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban wilayah serta mendukung program pemerintah daerah dalam penataan lingkungan.
“Kami hadir untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, agar penataan ini bisa berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik,” ujarnya.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah bagaimana menata warung-warung tersebut tanpa merugikan para pedagang. Pemerintah desa bersama pihak terkait berupaya mencari solusi yang tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil, namun dengan tata kelola yang lebih teratur.
Camat Patrol, Bagus Asep T, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan penataan yang tertib dan berkelanjutan. Menurutnya, Lapangan Kujang merupakan aset publik yang harus dijaga bersama agar tetap nyaman digunakan oleh masyarakat.
“Penataan ini bukan untuk menyingkirkan pedagang, tetapi untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan enak dipandang,” katanya.
Sementara itu, perwakilan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan harapan agar proses penataan dilakukan secara bijak dan mempertimbangkan kondisi para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari berjualan di lokasi tersebut.
Keterlibatan Satpol PP dan BUMDes juga menjadi bagian penting dalam perencanaan penataan. Satpol PP diharapkan dapat membantu dalam aspek penegakan aturan, sementara BUMDes berpotensi berperan dalam pengelolaan area agar lebih terorganisir.
Kegiatan komsos ini berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh semangat kebersamaan. Dialog yang terjalin menunjukkan adanya kesepahaman awal untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak.
Langkah penataan warung di sekitar Lapangan Kujang diharapkan dapat segera direalisasikan setelah melalui kajian dan perencanaan yang matang. Dengan penataan yang baik, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang publik yang lebih tertib, nyaman, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan lancar. Kehadiran Babinsa bersama unsur terkait menjadi bukti sinergi dalam menjaga ketertiban sekaligus mendorong pembangunan wilayah yang lebih baik.
Ke depan, hasil dari komunikasi ini akan menjadi dasar bagi langkah lanjutan yang akan diambil pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat.
