Babinsa Koramil Gabuswetan Serka Rusyadi Pimpin Kerja Bhakti Bendungan, Petani Rancamulya Bergerak Amankan Irigasi Musim Tanam
INDRAMAYU – Semangat gotong royong kembali terlihat di wilayah pedesaan Indramayu. Babinsa Koramil 1617/Gabus Wetan, Serka Rusyadi, memimpin kegiatan kerja bhakti pengurugan bendungan air bersama petani dan perangkat desa di Desa Rancamulya, Kecamatan Gabus Wetan, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB di Blok Redon hingga Blok Plasa ini difokuskan pada perbaikan akses jalur irigasi dari hulu ke hilir. Upaya ini dilakukan untuk memastikan aliran air dapat kembali optimal mengaliri lahan persawahan warga, terutama menjelang musim tanam kedua (MT II).
Serka Rusyadi turun langsung ke lapangan bersama berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa hingga kelompok tani. Kehadiran Babinsa menjadi penggerak utama dalam menyatukan masyarakat untuk bekerja bersama demi kepentingan bersama, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kuwu Desa Rancamulya Waryanto Tambal, Lurah Wahidin, Ketua Kelompok Tani Wawan, Mitra Cai Dedi, serta masyarakat petani dari Blok Plasa. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pertanian.
Pengurugan bendungan dilakukan sebagai langkah perbaikan infrastruktur irigasi yang mengalami kendala aliran. Dengan kondisi irigasi yang baik, diharapkan distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lancar, sehingga petani tidak mengalami kesulitan dalam mengolah sawah mereka.
Serka Rusyadi menyampaikan bahwa kegiatan kerja bhakti ini tidak hanya bertujuan memperbaiki sarana irigasi, tetapi juga membangun kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini untuk memastikan air dari hulu bisa mengalir dengan baik ke sawah warga. Selain itu, ini juga bentuk kebersamaan dan gotong royong antara petani dan aparat,” ujarnya di sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perbaikan bendungan ini sangat penting untuk mendukung kelangsungan musim tanam kedua. Tanpa suplai air yang memadai, produktivitas pertanian dapat terganggu dan berdampak pada hasil panen petani.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga memiliki nilai sosial yang kuat. Kerja bhakti menjadi momentum bagi masyarakat untuk saling berinteraksi, mempererat hubungan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar.
Para petani yang terlibat mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Mereka berharap perbaikan irigasi ini dapat memberikan dampak nyata terhadap hasil pertanian mereka ke depan.
“Kami sangat terbantu. Kalau air lancar, sawah juga bisa digarap maksimal,” ujar salah satu petani yang ikut dalam kegiatan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, mencerminkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga infrastruktur pertanian.
Kegiatan kerja bhakti seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret bagi kebutuhan warga. Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.
Dengan perbaikan bendungan ini, petani di Desa Rancamulya diharapkan dapat melanjutkan musim tanam dengan lebih optimal, sekaligus meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan mereka ke depan.
