Babinsa Koramil Haurgeulis Pantau Harga Sembako, TNI Temukan Kenaikan Telur dan Gula
Pergerakan harga kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, kembali menjadi perhatian masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif, sejumlah harga sembako terpantau mengalami perubahan cukup signifikan pada Minggu (18/5/2026).
Pemantauan langsung yang dilakukan jajaran Koramil 1615/Haurgeulis menemukan adanya penurunan harga pada beberapa komoditas utama seperti bawang merah dan daging ayam. Namun di sisi lain, harga telur ayam dan gula pasir justru mulai menunjukkan tren kenaikan.
Situasi tersebut membuat warga dan pedagang terus memantau perkembangan harga pasar karena perubahan kecil pada kebutuhan pokok sangat berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
Kegiatan monitoring harga sembako dilakukan oleh anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Johan M, di sejumlah kios dan toko sembako yang berada di wilayah desa binaan Kecamatan Haurgeulis.
Pemantauan rutin ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan lancar.
Dari hasil pengecekan di lapangan, harga beras medium tercatat mengalami sedikit penurunan. Jika sebelumnya berada di angka Rp13.200 per kilogram, kini turun menjadi Rp13.000 per kilogram.
Meski penurunannya tidak terlalu besar, kondisi ini cukup melegakan masyarakat mengingat beras merupakan kebutuhan pokok utama yang paling banyak dikonsumsi warga setiap hari.
Sementara itu, harga minyak goreng masih bertahan stabil di angka Rp17.000 per kilogram. Harga tersebut belum mengalami perubahan dalam beberapa pekan terakhir.
Komoditas jagung dan kedelai lokal juga terpantau stabil. Jagung dijual Rp13.000 per kilogram, sedangkan kedelai lokal masih berada di angka Rp10.000 per kilogram.
Namun perubahan cukup mencolok terjadi pada harga bawang merah. Komoditas dapur yang sebelumnya dijual Rp35.000 per kilogram kini turun menjadi Rp30.000 per kilogram.
Turunnya harga bawang merah disambut baik para ibu rumah tangga maupun pedagang makanan karena bahan tersebut menjadi salah satu kebutuhan utama dalam aktivitas memasak sehari-hari.
Selain bawang merah, harga daging ayam juga mengalami penurunan. Dari sebelumnya Rp37.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp35.000 per kilogram.
Penurunan harga daging ayam dinilai cukup membantu masyarakat karena komoditas tersebut menjadi salah satu sumber protein yang paling banyak dikonsumsi warga.
Meski ada beberapa komoditas yang turun, masyarakat tetap harus waspada karena sejumlah bahan pokok lain justru mengalami kenaikan harga.
Gula pasir misalnya, kini mengalami kenaikan menjadi Rp17.500 per kilogram. Padahal sebelumnya harga gula berada di kisaran Rp17.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada telur ayam yang kini dijual Rp32.000 per kilogram. Harga telur dalam beberapa waktu terakhir memang cenderung mengalami fluktuasi seiring meningkatnya permintaan pasar.
Untuk bawang putih, harga masih stabil di angka Rp40.000 per kilogram tanpa mengalami perubahan berarti.
Sedangkan harga daging sapi masih bertahan di level Rp140.000 per kilogram dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Menurut petugas monitoring, pemantauan harga sembako seperti ini sangat penting dilakukan guna mengetahui kondisi pasar secara langsung sekaligus mengantisipasi lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat.
Selain memonitor harga, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menjaga stabilitas distribusi barang kebutuhan pokok agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran.
Pemerintah bersama aparat wilayah terus berupaya menjaga kondisi ekonomi masyarakat tetap stabil, terutama di tengah tingginya kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.
Masyarakat pun diimbau tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu ketidakstabilan harga di pasar.
Pemantauan harga sembako secara berkala juga menjadi salah satu langkah antisipasi terhadap potensi permainan harga maupun penimbunan barang oleh oknum tertentu.
Dengan adanya monitoring rutin, pemerintah daerah berharap kondisi pasar di wilayah Kecamatan Haurgeulis tetap kondusif dan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Haurgeulis dilaporkan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan berarti.
Pergerakan harga sembako di Haurgeulis ini pun diperkirakan masih akan terus berubah mengikuti kondisi distribusi barang, pasokan pasar, hingga tingkat permintaan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.
