Babinsa Serda Johan Turun Langsung, Harga Sembako di Haurgeulis Bergejolak: Gula dan Telur Naik, Beras Turun
KABARINDRAMAYU – Pergerakan harga kebutuhan pokok di wilayah Indramayu kembali menjadi sorotan. Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Johan M, turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan harga sembako di pasar daerah dan sejumlah kios di Kecamatan Haurgeulis, Sabtu (3/5/2026). Hasilnya, ditemukan adanya fluktuasi harga pada beberapa komoditas penting yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Serda Johan menyisir sejumlah titik penjualan sembako di desa binaannya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya monitoring rutin guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di tingkat masyarakat. Langkah ini dinilai penting mengingat dinamika harga yang kerap berubah dan berdampak langsung pada daya beli warga.
Dari hasil pemantauan tersebut, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, sementara sebagian lainnya justru mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan adanya pergerakan pasar yang cukup dinamis, meskipun secara umum masih dalam batas wajar.
Komoditas beras medium, misalnya, mengalami penurunan harga dari sebelumnya Rp13.200 per kilogram menjadi Rp13.000. Penurunan ini disambut positif oleh masyarakat karena beras merupakan kebutuhan utama rumah tangga. Selain beras, harga bawang merah juga turun cukup signifikan, dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Daging ayam pun ikut mengalami penurunan harga, dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Namun di sisi lain, beberapa bahan pokok justru mengalami kenaikan. Gula pasir tercatat naik dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada telur ayam yang kini berada di angka Rp32.000 per kilogram. Meski tidak disebutkan angka sebelumnya secara rinci, tren kenaikan ini tetap menjadi perhatian karena telur merupakan salah satu sumber protein yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.
Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya terpantau stabil tanpa perubahan harga. Minyak goreng masih berada di angka Rp17.000 per kilogram, jagung Rp13.000, kedelai lokal Rp10.000, bawang putih Rp40.000, serta daging sapi yang tetap di kisaran Rp140.000 per kilogram.
Serda Johan M menyampaikan bahwa pemantauan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kondisi harga di lapangan sekaligus sebagai bahan laporan kepada komando atas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kehadiran aparat teritorial dalam memastikan kondisi ekonomi masyarakat tetap terjaga.
“Pemantauan ini penting untuk mengetahui langsung perkembangan harga di lapangan. Dengan begitu, jika terjadi lonjakan yang signifikan, bisa segera dikoordinasikan dengan pihak terkait,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menegaskan bahwa selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah binaannya tetap aman dan kondusif. Aktivitas jual beli di pasar maupun kios berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti.
Kehadiran Babinsa dalam memantau harga sembako dinilai memberikan rasa aman sekaligus kepastian bagi masyarakat. Selain menjalankan fungsi pengamanan wilayah, Babinsa juga berperan aktif dalam memonitor kondisi sosial ekonomi warga, termasuk stabilitas harga bahan pokok.
Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, langkah seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala. Pemantauan langsung di lapangan menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kondisi pasar.
Dengan adanya data yang akurat dan terkini, pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat mengambil langkah cepat jika diperlukan, terutama dalam mengantisipasi lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat.
Meski terdapat beberapa kenaikan harga, secara umum kondisi pasar di Haurgeulis masih terbilang stabil. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan agar fluktuasi harga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas di kemudian hari.
