Harga Sembako Merangkak Naik, Babinsa Turun Tangan Pantau Pasar Pagi di Indramayu
Indramayu – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan di wilayah Kabupaten Indramayu. Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, aparat TNI melalui Babinsa Koramil 1610/Krangkeng turun langsung melakukan monitoring di pasar tradisional.
Pada Jumat (1/5/2026) pagi, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serda Mashur, melaksanakan pemantauan harga sembako di Toko Berkah yang berlokasi di Desa Srenseng, Kecamatan Krangkeng. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian aparat terhadap kondisi ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Hasil monitoring menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas penting. Beberapa bahan pokok terpantau mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, meskipun sebagian lainnya masih relatif stabil.
Untuk komoditas beras, harga masih bertahan di angka Rp15.800 per kilogram. Minyak goreng juga terpantau stabil dengan harga Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam masih berada di kisaran Rp38.000 per kilogram tanpa perubahan berarti.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada komoditas lain yang mengalami kenaikan harga. Telur ayam kini dijual dengan harga Rp38.000 per kilogram, mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Daging sapi juga mengalami kenaikan dan kini mencapai Rp150.000 per kilogram, yang berpotensi membebani masyarakat, terutama menjelang momen kebutuhan tinggi.
Kenaikan juga terjadi pada gula pasir yang kini berada di harga Rp16.000 per kilogram. Selain itu, komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih turut mengalami lonjakan harga masing-masing menjadi Rp48.000 dan Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai pun tak luput dari kenaikan dengan harga terbaru Rp19.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga jagung masih terpantau stabil di angka Rp11.000 per kilogram, memberikan sedikit kelegaan di tengah tren kenaikan bahan pokok lainnya.
Serda Mashur menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mendapatkan data riil di lapangan sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gejolak harga. “Kami terus memantau perkembangan harga sembako agar dapat dilaporkan secara berjenjang dan menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar diharapkan mampu memberikan rasa aman serta menjaga stabilitas situasi. Selama pelaksanaan kegiatan monitoring, kondisi pasar terpantau dalam keadaan tertib, aman, dan aktivitas jual beli berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini diduga dipengaruhi oleh faktor distribusi, ketersediaan barang, serta meningkatnya permintaan di tingkat konsumen. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, serta tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait diharapkan terus melakukan langkah-langkah strategis guna menekan lonjakan harga, termasuk memastikan kelancaran distribusi barang dan mengantisipasi potensi penimbunan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Dengan adanya monitoring rutin seperti ini, diharapkan kondisi harga sembako dapat terus terpantau secara akurat dan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat demi menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi daerah.
