Inovasi Taktik Bertahan Brighton: Menggabungkan Teknik MMA dalam Pertahanan
Di musim ini, Premier League telah menyaksikan tren baru dalam pertandingan, yaitu bola mati yang menjadi andalan sejumlah tim. Brighton and Hove Albion, salah satu klub yang memiliki catatan kebobolan lewat bola mati yang relatif lebih sedikit, telah merekrut petarung mixed martial arts (MMA) asal Jerman untuk memperkuat pertahanan mereka.
Perekrutan ini diakui oleh pelatih Fabian Hurzeler, yang mengatakan bahwa timnya perlu beradaptasi dengan bola-bola mati lawan yang menjadi tren baru di Premier League.
Menurut gelandang Brighton, Jack Hinshelwood, petarung MMA yang direkrut tersebut diduga Christian Eckerlin, yang memiliki pengalaman dalam memblok tendangan sudut lawan.
Hurzeler mengatakan bahwa perekrutan petarung MMA ini bertujuan untuk mengajari pemain Brighton cara memblok tendangan sudut lawan dan meningkatkan kemampuan pertahanan mereka.
"Kami mendatangkan dia karena kami banyak berbicara tentang bola mati, tentang memblok, tren baru di Premier League. Kami juga mencoba beradaptasi dengan itu," ujar Hurzeler.
Inovasi Taktik Bertahan
Brighton memiliki cara unik dalam memperkuat pertahanan, terutama mengantisipasi bola-bola mati yang jadi andalan sejumlah tim pada musim ini.
Dengan merekrut petarung MMA, Brighton berharap dapat meningkatkan kemampuan pertahanan mereka dan menjadi lebih tangguh dalam duel satu lawan satu.
"Saya tidak selalu ingin dikenal sebagai klub yang lunak. Pada saat-saat tertentu Anda harus cukup tangguh dalam duel satu lawan satu dan oleh karena itu ada berbagai cara untuk menjadi tangguh," ucap Hurzeler menambahkan.
Duel satu lawan satu itu diambil Hurzeler dari seorang petarung MMA yang selalu bertarung satu lawan satu di ring atau octagon.
"Ada berbagai cara menggunakan blok, berbagai teknik untuk memenangkan duel satu lawan satu, terutama dalam bola mati. Dan seorang petarung MMA selalu menghadapi duel satu lawan satu."
Dengan demikian, Brighton berharap dapat meningkatkan kemampuan pertahanan mereka dan menjadi lebih kompetitif di Premier League.
Sumber: CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia
