Kehadiran Danramil Lelea Warnai Tradisi Mapag Sri di Desa Tempel
Indramayu – Tradisi turun-temurun masyarakat kembali digelar di Kabupaten Indramayu. Warga Desa Tempel, Kecamatan Lelea, mengadakan kegiatan Mapag Sri sebagai bentuk rasa syukur menjelang datangnya musim panen padi, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tempel sejak pukul 10.30 WIB tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perangkat desa, serta ratusan masyarakat setempat. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat agraris di wilayah tersebut.
Acara diawali dengan doa bersama dan tahlil sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia. Ritual ini menjadi bagian penting dalam tradisi Mapag Sri, yang secara turun-temurun dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya dan spiritual.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Kecamatan Lelea Baman, Kuwu Desa Tempel Kadori, Danramil Lelea Kapten Inf Sudiyanto beserta anggota, Kapolsek Lelea AKP Heriyanto bersama jajaran, serta para ketua RT/RW dan masyarakat Desa Tempel.
Dalam suasana penuh kebersamaan, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antara unsur Forkopimcam dan masyarakat. Momen ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga.
Tradisi Mapag Sri sendiri memiliki makna mendalam bagi masyarakat Indramayu, khususnya para petani. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi simbol harapan agar hasil panen yang akan datang dapat melimpah dan membawa kesejahteraan.
Tidak hanya itu, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit “Langen Budaya” yang dipimpin oleh H. Rusdi. Pertunjukan seni tradisional ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Pagelaran wayang kulit yang digelar hingga siang hari tersebut mendapat antusiasme tinggi dari warga. Selain sebagai hiburan, pertunjukan ini juga sarat dengan nilai-nilai moral dan filosofi kehidupan yang relevan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kehadiran aparat TNI dan Polri dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan tertib. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada gangguan berarti yang terjadi, sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar hingga selesai.
Tradisi Mapag Sri menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masih hidup dan dijaga oleh masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga memperkuat identitas dan kebersamaan warga.
Dengan terus dilestarikannya tradisi ini, diharapkan generasi muda dapat memahami dan menjaga warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur, sekaligus menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sosial yang harmonis di masa depan.
