HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kerusuhan Bandung, Alarm Keras bagi Keamanan Perkotaan


Bandung - Peristiwa kerusuhan yang terjadi di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat malam kemarin memiliki dampak yang signifikan pada sistem keamanan kota. Selain kerusakan pada pos polisi dan rambu lalu lintas, kotak kontrol atau node controller kamera pengawas jalan (CCTV) milik Dishub Kota Bandung juga mengalami kerusakan.

Menurut Komandan Teknisi Dishub Kota Bandung, Rustandi Arvey, node controller tersebut sengaja dirusak oleh massa aksi yang berkumpul di Jalan Tamansari. "Kerusakan pada perangkat keras (hardware) tersebut menyebabkan node controller tidak dapat berfungsi," kata Rustandi. Kerusakan ini berdampak pada titik CCTV yang terganggu di kawasan Pasteur, Paskal, Cihampelas, dan Tamansari.

Dampak pada Sistem Keamanan Kota

Kerusuhan di Bandung juga memiliki dampak pada sistem keamanan kota. Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, memastikan bahwa massa yang melakukan aksi demonstrasi hingga rusuh bukan massa aksi hari buruh internasional atau May Day. "Massa yang terlibat justru merupakan kelompok tidak dikenal dengan ciri berpakaian serba hitam dan menutupi wajah," kata Rudi.

Menurut Rudi, kelompok rusuh tersebut diduga sudah mempersiapkan aksi kerusuhan. "Mereka membawa botol berisi bahan bakar yang diduga sebagai bom molotov, serta benda keras lainnya," ungkapnya. Aparat kepolisian bersama Kodam III/Siliwangi dan pemerintah daerah masih bersiaga untuk menjaga keamanan.

Untuk menghadapi kerusuhan di masa depan, Rustandi mengaku pihaknya berencana akan menambah rangka besi untuk melindungi node controller tersebut. "Mungkin nanti dikrangkeng, biar tidak jebol seperti ini, rencananya," ujarnya. Dengan demikian, sistem keamanan kota dapat lebih efektif dalam mencegah dan menangani kerusuhan.

Posting Komentar