Koptu Lukman Hadiri Mapag Sri Cikedung, Tradisi Syukur Sambut Panen Padi
INDRAMAYU — Tradisi adat Mapag Sri kembali digelar masyarakat Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, sebagai bentuk rasa syukur menjelang musim panen padi. Kegiatan berlangsung di halaman Balai Desa Cikedung, Rabu (6/5/2026), dengan diikuti puluhan warga serta unsur pemerintah dan aparat.
Acara yang sarat nilai budaya dan religius ini dihadiri Kuwu Desa Cikedung Kasli, perwakilan Danramil 1613/Terisi Koptu Lukman, serta perwakilan Kapolsek Cikedung Aipda Daryanto. Turut hadir tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta sekitar 80 warga yang memadati lokasi kegiatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Ruman. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon kelancaran dan keberkahan menjelang panen padi.
Kuwu Desa Cikedung Kasli menyampaikan bahwa tradisi Mapag Sri merupakan warisan leluhur yang terus dijaga hingga saat ini. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya bentuk ritual budaya, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat.
“Mapag Sri menjadi simbol rasa syukur sekaligus kebersamaan warga dalam menyambut musim panen. Ini tradisi yang harus terus dilestarikan,” ujarnya.
Selain doa bersama, kegiatan juga menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat dengan unsur Forkopimcam. Suasana kekeluargaan terlihat dari interaksi hangat antara warga, aparat, dan tokoh masyarakat yang hadir.
Tradisi Mapag Sri sendiri merupakan ritual khas masyarakat agraris di Indramayu yang dilakukan menjelang panen padi. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga diyakini membawa keberkahan serta hasil panen yang melimpah.
Kehadiran aparat TNI dan Polri dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus menjaga kondusifitas wilayah. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga tradisi tetap berjalan dengan baik.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Masyarakat mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat hingga selesai.
Dengan terselenggaranya kegiatan Mapag Sri ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjaga identitas budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
