HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Koptu Lukman Sidak Harga Sembako di Terisi, Cabai Tembus Rp60 Ribu per Kg


Indramayu – Lonjakan harga sejumlah bahan pokok kembali menjadi perhatian serius di wilayah Kabupaten Indramayu. Untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan masyarakat, aparat TNI melalui Koramil 1613/Terisi melakukan monitoring langsung ke lapangan.

Pada Jumat (1/5/2026) sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, Koptu Lukman, anggota Koramil 1613/Terisi, melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengecekan harga sembako di Blok Terisi Kidul, tepatnya di Toko Eri, Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap perkembangan harga bahan pokok yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Dari hasil pemantauan di lapangan, diketahui bahwa harga sejumlah komoditas masih relatif stabil, namun beberapa di antaranya menunjukkan angka yang cukup tinggi.

Untuk komoditas beras, harga tercatat berada di angka Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng dijual Rp16.000 per kilogram. Harga telur ayam berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, yang masih tergolong stabil dibandingkan wilayah lain.

Namun, perhatian utama tertuju pada komoditas cabai rawit hijau yang melonjak hingga Rp60.000 per kilogram. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara bahan pokok lainnya dan berpotensi memicu inflasi di tingkat rumah tangga.

Selain itu, harga cabai merah juga terpantau berada di angka Rp32.000 per kilogram. Sementara itu, gula putih dijual Rp18.000 per kilogram, yang relatif tinggi dan dapat berdampak pada kebutuhan konsumsi harian masyarakat.

Untuk komoditas bumbu dapur lainnya, bawang merah tercatat seharga Rp36.000 per kilogram dan bawang putih Rp38.000 per kilogram. Kedua komoditas ini masih dalam kategori stabil meskipun berada pada level harga menengah.

Di sektor protein hewani, harga daging ayam berada di angka Rp35.000 per kilogram, sedangkan daging sapi mencapai Rp145.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih cukup tinggi, terutama bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.

Koptu Lukman menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memperoleh data akurat terkait perkembangan harga di lapangan sekaligus sebagai bentuk kehadiran TNI dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat.

“Kami melakukan pemantauan secara langsung agar perkembangan harga bisa diketahui secara riil dan dilaporkan sebagai bahan evaluasi bagi pihak terkait,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran aparat di tengah aktivitas pasar diharapkan mampu memberikan rasa aman serta mencegah adanya praktik kecurangan seperti penimbunan atau permainan harga oleh oknum tertentu.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi pemantauan terpantau dalam kondisi aman, tertib, dan lancar. Aktivitas jual beli di toko dan pasar berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti.

Fluktuasi harga bahan pokok di wilayah Terisi ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk terus melakukan pengawasan serta mengambil langkah strategis dalam menjaga kestabilan harga. Distribusi barang, ketersediaan stok, serta faktor cuaca dan permintaan pasar menjadi beberapa aspek yang memengaruhi kondisi tersebut.

Dengan adanya kegiatan monitoring rutin seperti ini, diharapkan setiap perubahan harga dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga ketahanan ekonomi di tingkat lokal.

Kehadiran Koptu Lukman di lapangan menjadi bukti nyata bahwa aparat teritorial tidak hanya berperan dalam aspek keamanan, tetapi juga turut aktif dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah binaannya.

Posting Komentar