HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Panen Raya di Sleman: Pelda Rastika Turun Langsung ke Sawah, Dukung Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani Indramayu


INDRAMAYU – Di tengah terik matahari pagi yang mulai menyengat, suasana haru dan bahagia menyelimuti hamparan sawah di Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Pada Sabtu pagi, 30 Mei 2026, tepat pukul 08.30 WIB, aktivitas panen padi berlangsung dengan penuh semangat. Namun, kali ini ada yang berbeda dari kegiatan panen biasa. Hadir di tengah-tengah para petani, seorang prajurit TNI dengan seragam lorengnya yang khas, Pelda Rastika, Babinsa Desa Sleman dari Koramil 1607/Sliyeg. Kehadirannya bukan untuk menggurui, melainkan untuk mendampingi, membantu, dan memastikan bahwa setiap butir beras yang dihasilkan merupakan hasil kerja keras yang dihargai demi ketahanan pangan nasional.

Kegiatan pendampingan pertanian ini merupakan wujud nyata dari program TNI AD dalam mendukung swasembada pangan. Pelda Rastika turun langsung ke lahan milik Bapak Tawin dan Bapak Ahmad, dua petani lokal yang sedang melakukan panen raya. Dengan tangan terampil, ia membantu proses pemotongan padi, pengumpulan gabah, hingga pengawasan proses pengangkutan. Aksi "blusukan" ke area pesawahan ini menunjukkan bahwa Babinsa tidak hanya bertugas di posko atau kantor desa, tetapi benar-benar menyatu dengan denyut nadi kehidupan agraris masyarakat binaannya.

"Bapak-bapak petani adalah pahlawan pangan kita. Tanpa keringat mereka, piring nasi kita akan kosong. Tugas kami sebagai Babinsa adalah memastikan bahwa mereka merasa didampingi, baik dalam hal teknis pertanian maupun keamanan selama masa panen," ujar Pelda Rastika sambil menyeka keringat di dahinya. Ia juga memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi dengan Bapak Tawin dan Bapak Ahmad mengenai kendala yang dihadapi selama musim tanam hingga panen, serta memberikan masukan terkait perawatan lahan pasca-panen agar produktivitas tetap terjaga di musim berikutnya.

Hadirnya Pelda Rastika di tengah sawah memberikan suntikan motivasi bagi para petani. Mereka merasa bahwa perjuangan mereka tidak sendirian. Dukungan moral dan fisik dari aparat kewilayahan ini terbukti efektif dalam meningkatkan semangat kerja dan rasa memiliki terhadap lahan pertanian. Bapak Tawin dan Bapak Ahmad mengungkapkan rasa syukur atas perhatian TNI. "Senang sekali ada Pak Babinsa yang mau repot-repot datang ke sawah. Rasanya seperti punya teman kerja tambahan yang kuat dan sigap," kelakar Bapak Ahmad dengan wajah berseri-seri.

Tujuan utama dari kegiatan pendampingan ini adalah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, yang pada akhirnya bermuara pada dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Indramayu, sebagai salah satu lumbung padi Jawa Barat, memegang peranan strategis dalam suplai beras nasional. Oleh karena itu, setiap upaya untuk memaksimalkan hasil panen di tingkat desa seperti di Sleman ini memiliki dampak domino yang signifikan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tingkat yang lebih luas.

Kegiatan berlangsung dengan aman dan kondusif hingga pukul 11.30 WIB. Tidak ada gangguan berarti, baik dari aspek keamanan maupun teknis lapangan. Sinergi antara Babinsa dan petani terjalin dengan harmonis, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat. Dokumentasi kegiatan menunjukkan momen-momen kolaboratif antara seragam loreng dan pakaian petani, simbolisasi dari kemanunggalan TNI-Rakyat yang tak tergoyahkan.

Langkah proaktif Pelda Rastika di Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, ini patut diapresiasi sebagai contoh terbaik implementasi tugas pokok TNI di bidang pembinaan teritorial. Dengan hadir di garis depan produksi pangan, TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara dari ancaman militer, tetapi juga dari ancaman kerawanan pangan. Semoga hasil panen di Desa Sleman ini melimpah ruah, membawa berkah bagi para petani, dan berkontribusi positif bagi ketahanan pangan Indonesia. Semangat gotong royong antara TNI dan petani inilah yang akan menjadikan Indramayu terus berjaya sebagai bumi para wirausaha tani yang tangguh dan sejahtera.
Posting Komentar