HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Waspada Inflasi Dapur! Koptu Iwan Ungkap Fakta Mengejutkan di Pasar Dukuhjati: 6 Komoditas Ini Meroket, Warga Krangkeng Diminta Bijak Belanja


INDRAMAYU – Kabar kurang menyenangkan menyapa para ibu rumah tangga di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Saat sebagian besar wilayah masih melaporkan stabilitas harga, Pasar Pagi Desa Dukuhjati justru mencatatkan lonjakan harga pada sejumlah komoditas strategis. Temuan ini terungkap dari hasil monitoring intensif yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Iwan, pada Sabtu pagi, 30 Mei 2026. Aksi "blusukan" prajurit TNI ini menjadi peringatan dini bagi masyarakat untuk lebih cermat mengelola keuangan dapur di tengah gejolak harga yang mulai terasa.

Koptu Iwan memulai patroli pemantauannya pukul 08.00 WIB, menyusuri lorong-lorong pasar dan berdialog langsung dengan para pedagang. Hasilnya cukup mengejutkan: dari sepuluh komoditas utama yang dipantau, enam di antaranya mengalami kenaikan harga. Kenaikan paling signifikan terpantau pada bawang merah yang kini dibanderol Rp 48.000 per kilogram, serta daging sapi yang merangkak naik ke angka Rp 150.000 per kilogram. Harga gula pasir juga ikut terseret arus inflasi, naik menjadi Rp 16.000 per kilogram, sementara bawang putih dijual seharga Rp 42.000 per kilogram.

Tak hanya itu, protein hewani seperti telur ayam dan kacang kedelai juga mencatatkan tren positif yang mengkhawatirkan bagi daya beli masyarakat. Telur ayam, yang sebelumnya stabil, kini dijual seharga Rp 38.000 per kilogram, seiring dengan naiknya harga daging ayam ke level yang sama, Rp 38.000 per kilogram. Kacang kedelai, bahan baku utama tahu dan tempe, juga naik menjadi Rp 19.000 per kilogram. Kenaikan beruntun ini tentu berdampak langsung pada anggaran belanja harian warga, terutama bagi keluarga menengah ke bawah.

Namun, ada kabar baik di tengah badai kenaikan harga tersebut. Beras, sebagai sumber karbohidrat utama, masih bertahan di harga Rp 15.800 per kilogram. Minyak goreng juga relatif terjangkau di angka Rp 16.000 per kilogram, dan jagung tetap stabil di harga Rp 11.000 per kilogram. Stabilitas tiga komoditas ini menjadi penopang penting agar tidak terjadi kepanikan berlebihan di kalangan masyarakat.

Dalam keterangannya, Koptu Iwan menjelaskan bahwa kenaikan harga ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor distribusi dan cuaca yang mempengaruhi pasokan dari daerah sentra produksi. "Kami memantau langsung untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau permainan harga oleh oknum tertentu. Kenaikan ini tampaknya lebih disebabkan oleh faktor pasokan alamiah," jelasnya sambil mengecek timbangan seorang pedagang beras.

Kehadiran Babinsa di pasar tradisional memiliki efek psikologis yang menenangkan. Warga merasa diawasi dan dilindungi, sehingga mereka tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu kelangkaan barang. Koptu Iwan juga memberikan edukasi kepada para pedagang untuk tetap menampilkan harga secara transparan dan tidak mengambil keuntungan berlebih di saat situasi sedang sensitif.

Situasi selama kegiatan monitoring berlangsung tertib dan aman. Para pedagang kooperatif dalam memberikan informasi harga, dan antrean pembeli terkendali dengan baik. Langkah proaktif Koptu Iwan ini sejalan dengan instruksi Dandim 0616/Indramayu untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan.

Melihat tren kenaikan ini, masyarakat Kecamatan Krangkeng dihimbau untuk lebih bijak dalam berbelanja. Memanfaatkan alternatif protein yang lebih murah, seperti ikan laut atau tahu tempe (meski harga kedelai naik, masih lebih murah dibanding daging), bisa menjadi strategi untuk menekan pengeluaran. Selain itu, warga juga diminta untuk melaporkan jika menemukan praktik jual beli yang mencurigakan atau jauh di atas harga wajar kepada aparat setempat.

Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan pelaku pasar di Desa Dukuhjati ini menjadi contoh nyata bagaimana ketahanan pangan dapat dijaga dari tingkat paling bawah. Dengan monitoring yang rutin dan transparansi informasi seperti yang dilakukan oleh Koptu Iwan, diharapkan dampak inflasi terhadap kesejahteraan rakyat dapat diredam. Warga Krangkeng kini lebih waspada, namun tetap optimis bahwa stabilitas akan segera kembali pulih berkat kerja sama semua pihak.
Posting Komentar