Pelda Eryana Kawal Tradisi Mapag Sri, Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Panen Raya di Desa Mundakjaya
INDRAMAYU – Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya lokal kembali terlihat dalam kegiatan adat Mapag Sri yang digelar masyarakat Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Selasa (12/5/2026). Tradisi tahunan yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat petani menjelang panen raya tersebut berlangsung meriah di halaman Balai Desa Mundakjaya.
Kegiatan adat yang sarat nilai budaya dan spiritual itu mendapat pengamanan serta pendampingan langsung dari Babinsa Mundakjaya Koramil 1613/Terisi, Pelda Eryana. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata dukungan TNI AD dalam menjaga tradisi budaya sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi kegiatan. Tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa hingga para petani hadir mengikuti rangkaian acara yang telah menjadi warisan turun-temurun masyarakat agraris di wilayah Indramayu tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu Camat Cikedung Dadang Supriatna, S.IP., M.Si., Kuwu Desa Mundakjaya Hj. Dariyah, Ketua BPD Mundakjaya Sudarman, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ratusan warga Desa Mundakjaya.
Dalam suasana penuh kekhidmatan, masyarakat bersama-sama memanjatkan doa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil pertanian yang telah diberikan. Tradisi Mapag Sri sendiri dikenal sebagai ritual adat masyarakat Sunda dan Jawa untuk menyambut musim panen padi sekaligus memohon keberkahan agar hasil panen melimpah dan terhindar dari gangguan hama maupun bencana.
Babinsa Mundakjaya Pelda Eryana mengatakan, kegiatan adat seperti Mapag Sri memiliki nilai penting dalam menjaga persatuan masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal yang diwariskan para leluhur.
“Tradisi ini bukan hanya seremoni budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga. Kami dari TNI tentu mendukung penuh kegiatan positif seperti ini agar budaya lokal tetap terjaga dan masyarakat semakin kompak,” ujar Pelda Eryana di sela kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna menciptakan hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat.
Sementara itu, Camat Cikedung Dadang Supriatna mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Mundakjaya yang terus menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman modern. Ia menilai budaya Mapag Sri menjadi identitas masyarakat agraris yang harus terus dipertahankan.
“Tradisi seperti ini memiliki nilai luhur karena mengajarkan rasa syukur, gotong royong, dan kebersamaan. Pemerintah kecamatan sangat mendukung kegiatan budaya yang mampu mempererat persatuan masyarakat,” katanya.
Kuwu Desa Mundakjaya Hj. Dariyah juga menyampaikan bahwa kegiatan adat Mapag Sri rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya warisan nenek moyang.
Ia berharap tradisi tersebut tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus modernisasi.
“Kami ingin anak cucu nanti tetap mengenal budaya daerahnya sendiri. Karena budaya adalah identitas dan kekuatan masyarakat desa,” ungkapnya.
Selain doa bersama, kegiatan juga diisi dengan berbagai rangkaian adat dan kebersamaan warga yang berlangsung penuh keakraban. Warga tampak antusias mengikuti seluruh prosesi hingga selesai.
Keberadaan Babinsa di tengah kegiatan masyarakat pun mendapat sambutan positif. Warga menilai kehadiran aparat TNI memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat desa.
Hingga kegiatan berakhir, situasi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Tradisi Mapag Sri di Desa Mundakjaya kembali menjadi bukti bahwa budaya lokal masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat bersama unsur pemerintah serta aparat kewilayahan.
Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, semangat masyarakat Desa Mundakjaya mempertahankan tradisi leluhur menjadi contoh nyata bahwa budaya daerah tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
