Pelda Rastika Turun ke Sawah! Aksi Babinsa Dampingi Petani di Sliyeg Jadi Sorotan
Di tengah upaya menjaga ketahanan pangan nasional, peran aparat TNI di wilayah pedesaan kembali mencuri perhatian. Kali ini, aksi Pelda Rastika, Babinsa Desa Sleman dari Koramil 1607/Sliyeg, menjadi sorotan setelah turun langsung mendampingi petani di area persawahan Kabupaten Indramayu.
Kegiatan pendampingan pertanian tersebut berlangsung pada Sabtu (16/5) pagi di area pesawahan Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg.
Sejak pukul 09.30 WIB, Pelda Rastika terlihat berada di tengah hamparan sawah bersama petani setempat untuk memantau kondisi pertanian sekaligus memberikan pendampingan kepada para petani di wilayah binaannya.
Dalam kegiatan itu, Babinsa tidak hanya melakukan monitoring, tetapi juga berinteraksi langsung dengan petani terkait kondisi tanaman, pengelolaan lahan, hingga tantangan yang dihadapi selama masa tanam.
Salah satu petani yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kariwan, warga Desa Sleman yang sehari-hari mengelola lahan pertanian di wilayah tersebut.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian mendapat sambutan positif dari para petani. Mereka merasa diperhatikan dan mendapat dukungan moril dalam menjalankan aktivitas bercocok tanam.
“Kalau ada pendampingan seperti ini, petani jadi lebih semangat,” ujar salah satu warga.
Pendampingan pertanian yang dilakukan Babinsa menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional.
Selain menjaga stabilitas keamanan wilayah, aparat teritorial juga memiliki peran penting dalam membantu masyarakat di berbagai sektor, termasuk pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.
Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan produktivitas pertanian masyarakat dapat meningkat sehingga kesejahteraan petani ikut terdongkrak.
Pelda Rastika juga mengajak petani untuk terus menjaga kualitas hasil panen dan memanfaatkan lahan pertanian secara optimal demi mendukung ketahanan pangan daerah.
Wilayah Kabupaten Indramayu sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Jawa Barat. Karena itu, sektor pertanian menjadi perhatian penting dalam menjaga pasokan pangan nasional.
Peran aktif Babinsa di lapangan dinilai sangat membantu petani, terutama dalam membangun komunikasi serta memperkuat semangat gotong royong di lingkungan pertanian.
Tak sedikit masyarakat yang mengapresiasi langkah aparat TNI yang tidak segan turun langsung ke sawah bersama petani.
“Babinsa bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga membantu masyarakat di bidang pertanian,” kata warga lainnya.
Kegiatan pendampingan berlangsung hingga menjelang siang dan berjalan dalam suasana aman serta penuh keakraban.
Selain mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan sektor pertanian di pedesaan.
Di tengah tantangan pertanian modern seperti cuaca tidak menentu dan biaya produksi yang terus meningkat, dukungan berbagai pihak termasuk aparat kewilayahan dianggap sangat penting bagi para petani.
Kegiatan yang dilakukan Pelda Rastika ini sekaligus menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani semata, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen demi menjaga ketersediaan pangan untuk masyarakat luas.
Pada pukul 11.54 WIB, kegiatan pendampingan pertanian di area pesawahan Desa Sleman selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan kondusif.
