Peltu Wawan Hermawan Sidak Sembako Haurgeulis: Harga Beras dan Ayam Turun, Gula–Telur Justru Naik
INDRAMAYU – Dinamika harga kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Haurgeulis kembali menjadi sorotan. Anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Peltu Wawan Hermawan, turun langsung melakukan pemantauan harga sembako di sejumlah kios dan toko, Sabtu (2/5/2026), dengan temuan harga yang fluktuatif.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga serta memantau perkembangan pasar yang berdampak langsung pada masyarakat. Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan adanya penurunan harga pada beberapa komoditas, namun di sisi lain sejumlah bahan pokok justru mengalami kenaikan.
Harga beras medium tercatat mengalami penurunan dari Rp13.200 menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada daging ayam yang kini berada di angka Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp37.000. Selain itu, harga bawang merah turut turun cukup signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada komoditas lainnya. Harga gula pasir mengalami kenaikan dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Telur ayam juga tercatat naik menjadi Rp32.000 per kilogram, menunjukkan adanya tekanan harga pada kebutuhan konsumsi harian masyarakat.
Sementara itu, beberapa komoditas lainnya terpantau stabil. Minyak goreng tetap di harga Rp17.000 per kilogram, jagung Rp13.000 per kilogram, kedelai lokal Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, serta daging sapi bertahan di angka Rp140.000 per kilogram.
Peltu Wawan Hermawan menyampaikan bahwa pemantauan ini dilakukan secara rutin guna memastikan kondisi pasar tetap terkendali serta mengantisipasi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.
“Kami terus memonitor perkembangan harga di lapangan. Fluktuasi ini perlu dicermati agar bisa segera dilaporkan dan ditindaklanjuti jika terjadi kenaikan yang signifikan,” ujarnya.
Selain mencatat harga, kegiatan ini juga menjadi ajang komunikasi langsung antara aparat dengan pedagang. Informasi terkait distribusi barang dan ketersediaan stok menjadi perhatian penting dalam memahami penyebab naik turunnya harga.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar juga memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pembeli. Hal ini sekaligus menunjukkan peran aktif TNI dalam menjaga stabilitas tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga ekonomi masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Haurgeulis terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan lancar tanpa adanya gangguan.
Pemantauan harga sembako ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kestabilan ekonomi daerah. Dengan keterlibatan aparat di lapangan, diharapkan setiap perubahan harga dapat terdeteksi lebih awal dan menjadi dasar pengambilan langkah yang tepat.
Fluktuasi harga yang terjadi saat ini diharapkan tetap dalam batas wajar dan tidak berdampak luas terhadap daya beli masyarakat, sehingga kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau oleh seluruh lapisan warga.
