Serda Hasan Alek P. Turun Langsung, Harga Sembako di Haurgeulis Naik-Turun
Indramayu – Dinamika harga kebutuhan pokok kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu. Kali ini, fluktuasi harga terpantau di pasar dan kios sembako di Kecamatan Haurgeulis, yang menunjukkan adanya pergerakan naik dan turun pada sejumlah komoditas penting yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.
Pemantauan dilakukan pada Jumat (1/5/2026) mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai oleh anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Hasan Alek P. Kegiatan ini difokuskan pada sejumlah kios dan toko sembako yang tersebar di wilayah Kecamatan Haurgeulis guna memastikan perkembangan harga tetap terkendali serta mengetahui kondisi riil di lapangan.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa tidak semua harga bahan pokok mengalami kenaikan. Justru, beberapa komoditas strategis tercatat mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, memberikan sedikit ruang napas bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Salah satu penurunan harga terjadi pada beras medium yang sebelumnya berada di angka Rp13.200 per kilogram, kini turun menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan juga terlihat cukup mencolok pada bawang merah yang turun dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Selain itu, harga daging ayam juga mengalami penurunan dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru menunjukkan tren kenaikan. Gula pasir mengalami kenaikan dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Telur ayam juga terpantau naik menjadi Rp32.000 per kilogram, menambah daftar bahan pokok yang mengalami tekanan harga.
Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya masih relatif stabil tanpa perubahan harga. Minyak goreng bertahan di harga Rp17.000 per kilogram, jagung di Rp13.000 per kilogram, serta kedelai lokal tetap di angka Rp10.000 per kilogram. Bawang putih juga tidak mengalami perubahan harga, masih berada di Rp40.000 per kilogram.
Untuk komoditas daging sapi, harga terpantau stabil di angka Rp140.000 per kilogram, yang masih tergolong tinggi namun tidak mengalami lonjakan dalam periode pemantauan kali ini.
Serda Hasan Alek P. menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari tugas rutin aparat teritorial dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya dalam sektor ekonomi masyarakat. “Pemantauan ini penting untuk memastikan harga tetap terkendali dan tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran aparat di tengah aktivitas pasar diharapkan mampu memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan, termasuk praktik penimbunan barang atau permainan harga oleh oknum tertentu.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli di kios dan toko sembako berjalan lancar tanpa adanya gangguan berarti.
Fluktuasi harga yang terjadi di Haurgeulis ini diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari distribusi barang, pasokan dari daerah produsen, hingga tingkat permintaan masyarakat yang cenderung berubah-ubah. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk terus melakukan pengawasan secara berkala.
Dengan adanya pemantauan rutin seperti ini, diharapkan setiap perubahan harga dapat segera terdeteksi dan dilaporkan sebagai bahan evaluasi dalam pengambilan kebijakan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah serta melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian harga kebutuhan pokok.
