HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Operasi Kemanusiaan Babinsa Sertu Atep Nugraha di Sumuradem: 879 Keluarga Terselamatkan, Distribusi Bantuan Pangan Berjalan Tertib dan Humanis


INDRAMAYU – Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan oleh sebagian lapisan masyarakat, kehadiran negara melalui bantuan sosial menjadi napas harapan bagi keluarga prasejahtera. Jumat pagi, 29 Mei 2026, Kantor Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, berubah menjadi pusat kegiatan kemanusiaan yang penuh harap. Sebanyak 879 Kepala Keluarga Penerima Manfaat (KPM) antre dengan tertib untuk menerima bantuan pangan pemerintah tahun 2026. Di balik kelancaran distribusi ini, ada sosok prajurit TNI yang sigap memastikan setiap butir beras dan tetes minyak sampai ke tangan yang berhak, yakni Sertu Atep Nugraha, Babinsa setempat.

Kegiatan pendampingan penyaluran bantuan pangan ini dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako strategis, terdiri dari 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap keluarga. Bagi banyak warga Sumuradem, bantuan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan dukungan nyata untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari di tengah kenaikan harga berbagai komoditas.

Sertu Atep Nugraha hadir tidak hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai fasilitator yang memastikan proses berjalan adil, transparan, dan tanpa hambatan. Bersama Kuwu Desa Sumuradem, Bapak Abu Bakar dari bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Bapak Asep dari bagian Perencanaan (Kair Renc), serta seluruh perangkat desa dan pamong, Babinsa tersebut membentuk tim solid yang bekerja melayani masyarakat dengan hati. "Tugas kami adalah memastikan bahwa tidak ada KPM yang terlewat dan tidak ada penyelewengan dalam pembagian. Setiap warga harus mendapatkan haknya dengan aman dan nyaman," ujar Sertu Atep saat memantau antrean warga.

Kehadiran Babinsa di lokasi penyaluran memberikan efek psikologis yang positif. Warga merasa lebih tenang karena adanya jaminan keamanan dan ketertiban. Sertu Atep secara aktif membantu mengarahkan alur antrean, membantu warga lanjut usia atau penyandang disabilitas, serta memastikan protokol kenyamanan terjaga. Sinergi antara unsur militer, pemerintah desa, dan masyarakat ini menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat, jauh dari kesan birokratis yang kaku.

Bapak Abu Bakar, selaku perwakilan pihak desa, mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap dukungan Koramil dalam kegiatan ini. "Dengan adanya pendampingan dari Pak Babinsa Sertu Atep, distribusi menjadi sangat terkendali. Tidak ada keributan, tidak ada keluhan berarti. Ini membuktikan bahwa gotong royong antara TNI dan Pemdes adalah kunci sukses pelayanan publik," ungkapnya.

Total sebanyak 879 paket bantuan berhasil disalurkan dengan lancar. Setiap penerima tampak lega dan bersyukur atas bantuan yang diterima. Beberapa warga bahkan menyempatkan diri berbincang singkat dengan Sertu Atep, mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah dan TNI terhadap kondisi mereka. Momen-momen kecil seperti ini memperkuat ikatan emosional antara aparat kewilayahan dan rakyat binaannya.

Kegiatan berlangsung dalam situasi yang aman, kondusif, dan tertib hingga akhir acara. Tidak ada insiden berarti yang terjadi, berkat koordinasi yang matang antara panitia dan aparat keamanan wilayah. Dokumentasi kegiatan menunjukkan wajah-wajah bahagia warga Sumuradem yang menjadi bukti keberhasilan program bantuan sosial ini.

Langkah yang dilakukan oleh Sertu Atep Nugraha di Desa Sumuradem ini merupakan cerminan dari peran TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam bidang bantuan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendampingan yang intensif dan humanis, TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga turut meringankan beban hidup rakyat kecil.

Keberhasilan penyaluran bantuan di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Indramayu untuk meningkatkan kualitas pelayanan sosial. Dengan sinergi yang kuat antara Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat, kesejahteraan rakyat bukan lagi sekadar wacana, melainkan realita yang dapat dirasakan langsung di akar rumput. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang ketahanan pangan keluarga penerima manfaat.
Posting Komentar