HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Antisipasi Dampak El Nino, Babinsa Sukra Peltu Wargana Gelar Penyuluhan Percepatan Tanam Musim Gadu 2026


INDRAMAYU – Menghadapi tantangan cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi akan menyebabkan kemarau panjang, Koramil 1613/Terisi melalui Babinsa Desa Sukra, Peltu Wargana, melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian dalam rangka percepatan tanam untuk Musim Tanam II (MT II) atau Musim Gadu Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung pada Kamis (11/6/2026), pukul 13.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan berbagai unsur terkait di wilayah Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Tujuan utama dari penyuluhan ini adalah memastikan kesiapan seluruh elemen pendukung pertanian, khususnya para Ulu-ulu Mitra dan penyedia jasa traktor, agar proses tanam dapat dilaksanakan secara serentak dan tepat waktu. Target pemerintah daerah adalah seluruh lahan sawah sudah mulai ditanam (tandur) paling lambat pada bulan Juli 2026, sebelum puncak musim kemarau tiba yang berpotensi menyebabkan kekurangan air irigasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah narasumber dan pemangku kepentingan kunci, antara lain Koordinator Lapangan (Koorlu) Pertanian Bapak Johan; Pengamat Air Stasiun Sukra, Bapak Sopi; Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Sukra, Bapak H. Abas; Sekretaris Desa Sukra sebagai perwakilan Kuwu; Bhabinkamtibmas Polri Bripka Arin; Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Ibu Karini; serta perwakilan Gapoktan, Poktan, penyedia jasa traktor, dan petani penggarap.

Dalam paparannya, Pengamat Air Bapak Sopi menjelaskan kondisi ketersediaan air di jaringan irigasi saat ini dan memproyeksikan debit air untuk bulan-bulan mendatang. Ia menekankan pentingnya efisiensi penggunaan air dan kepatuhan terhadap jadwal giliran girik (pembagian air) yang telah ditetapkan. Sementara itu, Koorlu Pertanian dan KTNA mengajak para petani untuk tidak menunda-nunda proses olah tanah dan tanam. "Jika kita terlambat masuk ke bulan Agustus atau September, risiko puso akibat kekeringan akan sangat tinggi. Maka dari itu, Juli adalah batas aman terakhir untuk tanam," tegas Bapak H. Abas.

Peltu Wargana selaku Babinsa menegaskan komitmen TNI untuk mendampingi petani mulai dari tahap persiapan lahan hingga panen. Ia juga menginstruksikan kepada para penyedia jasa traktor untuk memastikan alat-alat mereka dalam kondisi prima dan siap beroperasi penuh guna mendukung percepatan olah tanah. "Kita harus bergerak cepat. Sinergi antara petani, penyuluh, pengairan, dan aparat keamanan sangat dibutuhkan untuk mengatasi ancaman El Nino ini," ujarnya.

Bripka Arin dari pihak kepolisian juga memberikan imbauan kamtibmas terkait keamanan alat pertanian dan menjaga ketertiban selama masa perebutan air irigasi nanti. Melalui forum diskusi dua arah, para petani menyampaikan kendala teknis yang dihadapi, yang kemudian dicarikan solusinya bersama oleh tim penyuluh dan dinas terkait.

Kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta. Kesepakatan bersama untuk memulai tanam massal di awal Juli 2026 menjadi keluaran penting dari pertemuan ini. Langkah proaktif Peltu Wargana dan jajarannya ini merupakan wujud nyata upaya Kodim 0616/Indramayu dalam mengamankan ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bukti pelaksanaan tugas.
Posting Komentar