HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Sertu Kusnadi Pantau Harga Sembako di Haurgeulis, Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu


INDRAMAYU – Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi indikator penting kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif. Untuk memastikan daya beli warga tetap terjaga dan mencegah terjadinya gejolak pasar, Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Sertu Kusnadi, turun langsung melakukan pemantauan harga sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Daerah Haurgeulis serta sejumlah toko dan kios sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Kegiatan monitoring ini dilaksanakan pada Kamis (25/6/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Kehadiran Sertu Kusnadi di pusat perbelanjaan terbesar di Haurgeulis tersebut disambut baik oleh para pedagang. Dalam pantauannya, Babinsa tersebut mencatat secara teliti daftar harga berbagai komoditas strategis yang beredar di pasaran. Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar harga sembako masih relatif stabil, namun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, khususnya pada sektor protein hewani dan gula pasir.

Berdasarkan data yang dihimpun Sertu Kusnadi dari berbagai toko grosir di seputaran Pasar Haurgeulis, harga beras medium tercatat stabil di angka Rp13.500 per kilogram. Harga ini dinilai masih terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah. Demikian pula dengan jagung yang harganya tetap di kisaran Rp10.000 per kilogram, dan kedelai lokal yang masih dijual seharga Rp8.000 per kilogram. Kestabilan harga bahan pangan pokok seperti beras dan jagung ini menjadi kabar menggembirakan bagi stabilitas inflasi daerah.

Namun, situasi berbeda terlihat pada komoditas lainnya. Minyak goreng curah dibanderol dengan harga Rp19.000 per kilogram, sementara gula pasir mengalami kenaikan menjadi Rp20.000 per kilogram. Harga bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih juga terpantau tinggi, yaitu masing-masing Rp40.000 per kilogram. Meskipun demikian, harga telur ayam masih relatif terkendali di angka Rp27.000 per kilogram, dan daging ayam potong stabil di harga Rp32.000 per kilogram.

Poin yang paling mencuri perhatian dalam laporan monitoring kali ini adalah harga daging sapi. Komoditas ini tercatat mengalami kenaikan harga yang cukup tajam, mencapai Rp150.000 per kilogram. Kenaikan harga daging sapi ini tentu menjadi beban tambahan bagi masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar atau acara adat yang biasanya membutuhkan konsumsi daging dalam jumlah banyak. Sertu Kusnadi segera mengonfirmasi penyebab kenaikan tersebut kepada para pedagang, apakah disebabkan oleh kelangkaan stok di tingkat peternak atau adanya faktor distribusi yang terhambat.

Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di Pasar Daerah Haurgeulis dan sekitarnya terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak terjadi antrian panjang atau kepanikan pembeli akibat isu kelangkaan barang. Para pedagang juga kooperatif dalam memberikan informasi harga terkini kepada Babinsa. Sertu Kusnadi juga memberikan imbauan kepada para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan barang atau menaikkan harga secara spekulatif yang dapat merugikan konsumen.

Langkah proaktif yang dilakukan oleh Koramil 1615/Haurgeulis ini sejalan dengan instruksi Komandan Kodim 0616/Indramayu untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan memantau dinamika ekonomi kerakyatan. Dengan adanya pendampingan dan pengawasan dari unsur TNI, diharapkan para pelaku usaha dapat menjaga kewajaran harga dan ketersediaan stok barang.

Pemerintah daerah setempat melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM diharapkan dapat segera merespons data temuan lapangan ini. Jika tren kenaikan harga daging sapi dan gula terus berlanjut, diperlukan intervensi kebijakan seperti operasi pasar atau penyaluran bantuan sosial agar daya beli masyarakat tidak semakin terkikis. Sinergitas antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi di wilayah Haurgeulis.

Hingga berita ini diturunkan, Sertu Kusnadi dan jajarannya berkomitmen untuk terus melakukan patroli harga secara berkala. Monitoring rutin ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kecamatan Haurgeulis, sekaligus menjadi early warning system bagi pihak berwenang dalam mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap potensi inflasi yang dapat mengganggu ketahanan pangan masyarakat.
Posting Komentar