Gempur Hama di Lahan Kebo Cibatu! Sertu Carli Turun Tangan Semprot Rumput Rumpas, Panen Petani Manggungan Diselamatkan
Juni 27, 2026
INDRAMAYU – Di tengah terik matahari Sabtu siang (27/6/2026), sebuah pemandangan inspiratif terlihat di hamparan sawah Blok Pilang, Desa Manggungan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Bukan sekadar memantau dari kejauhan, seorang Babinsa justru terjun langsung ke dalam lumpur dan genangan air untuk membantu petani melawan serangan gulma. Sertu Carli, Babinsa Desa Manggungan dari Koramil 1613/Terisi, secara sigap melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian dengan melakukan penyemprotan rumput obat rumpas pada tanaman padi varietas unggul Kebo Cibatu.
Aksi nyata yang dimulai pukul 10.30 WIB hingga selesai ini merupakan bagian integral dari program monitoring dan pendampingan Masa Tanam (MT) II tahun 2025/2026. Sertu Carli tidak datang dengan tangan kosong. Ia mendampingi Bapak H. Pingi, seorang petani lokal yang mengelola lahan seluas 0,6 hektar, dalam upaya memberantas rumput rumpas yang mulai mengancam pertumbuhan padi. Rumput rumpas, dikenal sebagai salah satu gulma paling agresif dan sulit dibasmi di persawahan, dapat menyerap nutrisi tanah secara cepat dan menghambat perkembangan akar padi jika tidak segera ditangani.
Varietas Kebo Cibatu yang ditanam oleh Bapak H. Pingi dikenal memiliki potensi hasil panen yang tinggi serta ketahanan terhadap beberapa jenis hama. Namun, tanpa perawatan intensif, potensi tersebut bisa sia-sia akibat persaingan nutrisi dengan gulma. Kehadiran Sertu Carli yang turut membantu proses penyemprotan herbisida menjadi bukti konkret bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan negara, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional dari tingkat desa.
"Kegiatan ini berjalan aman dan lancar," lapor Sertu Carli kepada Dandim 0616/Indramayu. Meski aktivitas fisik di bawah terik matahari cukup melelahkan, semangat gotong royong antara aparat kewilayahan dan warga petani terlihat begitu kental. Interaksi ini bukan sekadar formalitas laporan dinas, melainkan bentuk kepedulian mendalam terhadap nasib petani yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Langkah proaktif Sertu Carli ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Manggungan. Bagi petani seperti Bapak H. Pingi, kehadiran Babinsa yang mau turun ke sawah memberikan motivasi tambahan untuk terus merawat tanamannya dengan baik. Pendampingan teknis semacam ini juga memastikan bahwa penggunaan obat-obatan pertanian dilakukan secara tepat dosis dan tepat sasaran, sehingga meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus memaksimalkan efektivitas pembasmian hama.
Kasus di Desa Manggungan ini menjadi contoh ideal bagaimana sinergi antara elemen militer dan sipil dapat menghasilkan dampak positif bagi ketahanan pangan. Dengan luas lahan 0,6 hektar yang berhasil diselamatkan dari serbuan rumput rumpas, diharapkan hasil panen nanti akan optimal dan berkontribusi pada stok beras daerah Indramayu.
Di saat banyak pihak hanya berbicara tentang teori ketahanan pangan, Sertu Carli membuktikan bahwa aksi nyata di lapangan adalah kunci utamanya. Dedikasi Babinsa Koramil 1613/Terisi ini patut menjadi teladan bagi aparatur lainnya. Jika setiap Babinsa di seluruh pelosok Indramayu memiliki semangat yang sama, maka swasembada pangan bukan lagi sekadar mimpi, melainkan realitas yang bisa diraih bersama. Warga Manggungan kini menatap masa depan panen mereka dengan lebih optimis, berkat keringat dan dedikasi Sertu Carli yang rela basah-kuyup demi menyelamatkan padi-padi mereka.
