HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Koramil Lelea Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Ulama, Peltu Rudiyanto: "Pancasila Adalah Tameng Utama Melawan Perpecahan"


INDRAMAYU – Halaman Kantor Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, tampak berbeda pada Senin pagi (1/6/2026). Sejak pukul 07.30 WIB, sekitar 150 peserta yang terdiri dari aparatur sipil negara, anggota TNI-Polri, tokoh agama, dan perangkat desa telah berbaris rapi. Mereka mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ke-81 dengan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia". Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Koramil 1612/Lelea dalam menjaga stabilitas ideologi dan kerukunan umat di wilayah binaannya.

Upacara yang dipimpin oleh Camat Lelea, Bapak Atang Suwandi, S.STR., M.Si., berlangsung khidmat dan tertib. Kehadiran perwakilan Muspika, termasuk Peltu Rudiyanto dari Koramil 1612/Lelea dan Aiptu Rizal, S.H. dari Polsek Lelea, menunjukkan soliditas tiga pilar pemerintahan. Yang menarik perhatian adalah kehadiran Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lelea beserta anggotanya, serta para Kuwu se-Kecamatan Lelea. Kolaborasi antara unsur keamanan dan tokoh agama ini mengirimkan pesan kuat bahwa menjaga Pancasila adalah tanggung jawab bersama, lintas sektor dan keyakinan.

Dalam kesempatan tersebut, Peltu Rudiyanto, yang mewakili Danramil 1612/Lelea, memberikan pernyataan tegas mengenai peran strategis TNI dalam mengawal ideologi negara. Menurutnya, tantangan saat ini bukan lagi ancaman fisik, melainkan perang pemikiran yang dapat menggerus persatuan.

"Sebagai anggota Koramil yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat, kami melihat bahwa Pancasila adalah tameng utama kita. Tanpa Pancasila, kita mudah diadu domba oleh isu-isu sensitif. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat sinergi dengan Polri dan tokoh agama, seperti MUI, untuk memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi panduan hidup warga Lelea," ujar Peltu Rudiyanto usai upacara.

Ia menambahkan bahwa pendekatan persuasif dan kekeluargaan menjadi kunci dalam pembinaan teritorial. "Kami tidak hanya bertugas menjaga keamanan fisik, tetapi juga keamanan pikiran. Melalui dialog dengan para Kuwu dan tokoh masyarakat, kami ingin memastikan bahwa setiap potensi konflik dapat diredam sejak dini melalui musyawarah, sesuai dengan jiwa Pancasila," tambahnya.

Camat Lelea, Atang Suwandi, dalam amanatnya juga menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam merawat perdamaian. "Kehadiran Bapak-bapak dari MUI hari ini menunjukkan bahwa Islam dan Pancasila berjalan beriringan. Nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan dalam Pancasila sejalan dengan ajaran agama. Mari kita jadikan Lelea sebagai contoh kampung damai yang toleran," katanya.

Para Kuwu yang hadir menyatakan kesiapan mereka untuk meneruskan semangat ini ke tingkat desa. Mereka berjanji akan aktif menjadi mediator sosial dan memastikan bahwa setiap kebijakan desa mencerminkan nilai keadilan dan persatuan.

Kegiatan yang berakhir dengan aman dan lancar ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Sinergi antara Koramil, Polsek, Pemkab, dan MUI di Lelea menjadi model ideal dalam menjaga keutuhan bangsa di tingkat lokal. Dengan semangat "Pancasila Pemersatu", Kecamatan Lelea membuktikan bahwa kerukunan bukanlah hal yang mustahil, melainkan hasil dari kerja keras dan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk saling menghargai dan melindungi satu sama lain.
Posting Komentar