Lestarikan Kearifan Lokal "Mapag Sri", Danramil 1607/Sliyeg Hadiri Syukuran Menjelang Panen Raya di Desa Tugu Kidul
Juni 10, 2026
INDRAMAYU – Dalam rangka melestarikan tradisi leluhur dan mensyukuri karunia Tuhan menjelang musim panen raya (rendeng), masyarakat Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, menggelar acara adat tahunan "Mapag Sri". Kegiatan yang penuh nuansa kearifan lokal ini berlangsung pada Rabu (10/6/2026), mulai pukul 07.30 WIB hingga sore hari, bertempat di Aula Balai Desa Tugu Kidul.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan unsur Forkopimca dan jajaran pemerintah desa, menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya daerah. Danramil 1607/Sliyeg diwakili oleh Pelda Sulaeman bersama lima orang anggota Koramil turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka disambut hangat oleh Kuwu Desa Tugu Kidul, Ibu Darlinah, A.Md., beserta seluruh perangkat desa dan sekitar 150 warga masyarakat setempat.
"Mapag Sri" merupakan ritual syukur yang dilakukan petani sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT atas hasil bumi yang melimpah. Selain aspek spiritual, kegiatan ini memiliki tujuan strategis untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, menjaga kerukunan sosial, serta memberikan hiburan positif bagi masyarakat desa. Melalui acara ini, nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan kembali ditanamkan kepada generasi muda agar tidak luntur tergerus zaman.
Pelda Sulaeman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Desa Tugu Kidul yang masih konsisten menjaga tradisi ini. "Kehadiran TNI di sini adalah bentuk dukungan kami terhadap kearifan lokal. Budaya Mapag Sri bukan hanya soal ritual, tetapi juga tentang bagaimana kita bersyukur dan menjaga persatuan demi ketahanan pangan dan sosial di wilayah Sliyeg," ujarnya.
Rangkaian acara inti berjalan dengan khidmat dan lancar, diisi dengan doa bersama, penyerahan simbolis hasil bumi, dan sambutan-sambutan tokoh masyarakat. Usai kegiatan inti selesai pada pukul 16.00 WIB, suasana semakin meriah dengan dilanjutkannya acara pagelaran Sandiwara "Gelora Buana" sebagai hiburan rakyat. Selama keseluruhan acara berlangsung, situasi terpantau sangat tertib, aman, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan berarti.
Pelaksanaan acara adat "Mapag Sri" di Desa Tugu Kidul ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menciptakan harmoni sosial yang kuat. Kodim 0616/Indramayu melalui Koramil 1607/Sliyeg berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mengangkat harkat martabat budaya lokal sekaligus memperkuat ketahanan wilayah. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bukti pelaksanaan tugas.
