HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pantau Pasar Singakerta Akhir Pekan: Harga Telur dan Daging Sapi Melonjak, Koptu Budiarso Imbau Pedagaga Jaga Kewajaran Harga


INDRAMAYU – Memasuki akhir pekan, aktivitas di pasar tradisional cenderung meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat untuk belanja kebutuhan harian. Menyikapi hal tersebut, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Budiarso, melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di Pasar Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu pagi (6/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok bagi warga Krangkeng.

Hasil pemantauan di Pasar Singakerta menunjukkan adanya fluktuasi harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas strategis dibandingkan hari-hari sebelumnya. Harga beras terpantau stabil di angka Rp15.800 per kilogram, namun terjadi kenaikan pada harga telur ayam yang kini mencapai Rp38.000 per kilogram. Kenaikan juga tercatat pada daging sapi yang naik menjadi Rp150.000 per kilogram, serta bumbu dapur seperti bawang merah yang melonjak ke level Rp48.000 per kilogram dan bawang putih Rp42.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng (Rp16.000/kg), daging ayam (Rp38.000/kg), gula pasir (Rp16.000/kg), kacang kedelai (Rp19.000/kg), dan jagung (Rp11.000/kg) juga mengalami penyesuaian atau tetap tinggi.

Koptu Budiarso segera berkoordinasi dengan para pedagang untuk mencari tahu penyebab kenaikan harga tersebut. Sebagian besar pedagang menjelaskan bahwa kenaikan harga telur dan daging sapi dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan di akhir pekan serta biaya distribusi dari daerah produsen yang sedikit meningkat. "Kami memantau agar kenaikan harga ini wajar dan sesuai dengan mekanisme pasar. Kami juga mengimbau pedagang untuk tidak memanfaatkan momen akhir pekan untuk menaikkan harga secara spekulatif," ujar Koptu Budiarso.

Para pedagang di Pasar Singakerta menyambut baik kehadiran Babinsa. Mereka merasa diawasi secara positif, sehingga terjauhkan dari tuduhan memainkan harga. "Harga memang ikut naik karena dari supplier sudah mahal, apalagi hari Sabtu banyak pembeli. Ada Pak Babinsa yang cek, kami jadi lebih hati-hati dalam menentukan harga jual," kata salah satu pedagang sembako.

Kegiatan monitoring yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan dalam keadaan tertib dan aman. Tidak ditemukan adanya kelangkaan barang atau gejolak sosial di pasar. Data harga yang dikumpulkan oleh Koptu Budiarso akan segera dilaporkan kepada Danramil 1610/Krangkeng untuk menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pemerintah kecamatan, terutama terkait komoditas yang mengalami kenaikan tajam seperti telur dan bawang merah.

Langkah proaktif Koramil 1610/Krangkeng ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat. Dengan pengawasan yang ketat dan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, Dinas Perdagangan, dan pelaku usaha, diharapkan stabilitas harga di Kecamatan Krangkeng dapat terjaga, sehingga perekonomian masyarakat tetap bergeliat positif meskipun menghadapi tekanan inflasi pada beberapa komoditas tertentu.
Posting Komentar