Terobos Lahan di Blok Benduk! Serka Dadan Wahyudin Bajak Sawah Demi Ketahanan Pangan, Petani Sliyeg Bersorak
Juni 27, 2026
INDRAMAYU – Di tengah hamparan sawah yang masih basah di Blok Benduk, Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, sebuah adegan penuh semangat perjuangan terlihat pada Sabtu siang (27/6/2026). Tepat pukul 10.30 WIB, Serka Dadan Wahyudin, Babinsa Desa Tugu Kidul dari Koramil 1607/Sliyeg, tidak hanya berdiri memantau, namun secara langsung terlibat dalam proses pembajakan sawah milik warga. Aksi nyata ini menjadi bukti konkret bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai mitra sejati petani dalam menggarap bumi demi ketahanan pangan nasional.
Kegiatan pendampingan pertanian ini melibatkan pemilik lahan, Bapak Dirna, dan petani setempat, Bapak Sarkim. Kolaborasi antara aparat kewilayahan dan warga ini menciptakan suasana kerja yang solid dan penuh kekeluargaan. Serka Dadan Wahyudin turun langsung ke lumpur, membantu mempersiapkan lahan agar siap untuk masa tanam berikutnya. Pembajakan sawah merupakan tahap krusial dalam siklus pertanian padi, di mana tanah dibalik untuk memperbaiki aerasi, menghancurkan sisa-sisa tanaman sebelumnya, dan membunuh gulma serta hama yang bersembunyi di dalam tanah. Dengan teknik pembajakan yang tepat, kesuburan tanah dapat dipulihkan sehingga produktivitas panen meningkat signifikan.
Hadirnya Babinsa di tengah terik matahari menjelang pukul 11.30 WIB ini memberikan suntikan motivasi bagi Bapak Dirna dan Bapak Sarkim. Bagi mereka, kehadiran Serka Dadan bukan sekadar formalitas dinas, melainkan bentuk empati dan solidaritas terhadap jerih payuh para petani. Dalam laporannya kepada Dandim 0616/Indramayu, Serka Dadan menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Ia menyadari bahwa kesejahteraan petani adalah fondasi utama ketahanan pangan Indonesia. Jika petani sejahtera dan lahannya produktif, maka stok beras nasional akan tetap aman dari gejolak harga dan kelangkaan.
Suasana di Blok Benduk terpantau sangat kondusif dan aman selama kegiatan berlangsung. Tidak ada kendala teknis maupun sosial yang menghambat proses pembajakan. Interaksi antara Serka Dadan dengan para petani berjalan hangat, diisi dengan diskusi ringan mengenai teknik pengolahan tanah yang efektif dan efisien. Pertukaran informasi ini sangat berharga, terutama dalam mengadopsi metode pertanian modern yang lebih ramah lingkungan namun tetap menghasilkan panen melimpah.
Langkah proaktif Koramil 1607/Sliyeg melalui Serka Dadan Wahyudin ini patut diapresiasi sebagai model pendampingan yang ideal. Di era di mana banyak generasi muda enggan terjun ke sektor pertanian, kehadiran figur seperti Babinsa yang mau "kotor-kotoran" di sawah dapat mengubah persepsi negatif tersebut. Ini menunjukkan bahwa bertani adalah pekerjaan mulia yang didukung oleh seluruh elemen bangsa, termasuk TNI.
Kegiatan yang selesai tepat pukul 11.30 WIB ini meninggalkan jejak positif di hati masyarakat Desa Tugu Kidul. Lahan yang telah dibajak dengan baik kini siap menerima benih unggul untuk Masa Tanam berikutnya. Harapan besar menggantung pada hasil panen nanti, yang diharapkan dapat berkontribusi pada surplus beras di Kabupaten Indramayu.
Serka Dadan Wahyudin telah memberikan teladan bahwa kepemimpinan itu tentang pelayanan. Dengan bajak di tangan dan lumpur di kaki, ia membuktikan bahwa kekuatan TNI terletak pada kedekatannya dengan rakyat. Bagi warga Sliyeg, ini adalah kabar baik. Mereka tahu bahwa di setiap langkah mereka mengolah tanah, ada sosok Babinsa yang siap mendampingi, melindungi, dan memastikan bahwa keringat mereka tidak sia-sia. Ketahanan pangan dimulai dari sini, dari Blok Benduk, dari gotong royong sederhana yang dilakukan dengan tulus oleh Serka Dadan Wahyudin dan para petani setempat.
