HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Anggota Koramil 1610/Krangkeng Hadiri Rakor Lintas Kecamatan, Dukung Percepatan Tanam Gadu MT2 dan Atasi Kendala Air Irigasi


INDRAMAYU – Guna memastikan keberhasilan program ketahanan pangan nasional, khususnya pada Musim Tanam (MT) Gadu periode kedua tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui jajaran kecamatan di wilayah timur terus melakukan langkah strategis. Pada Selasa (28/7/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, sebuah rapat koordinasi lintas kecamatan digelar di Aula Kantor Kecamatan Krangkeng. Agenda utama pertemuan ini adalah percepatan tanam dan penyelesaian kendala distribusi air irigasi yang menjadi tulang punggung pertanian di wilayah tersebut.

Rapat yang dihadiri oleh perwakilan dua kecamatan, yaitu Krangkeng dan Kedokanbunder, ini dipimpin langsung oleh Camat Krangkeng, Bapak Indra Mulyana AP, M.Si, bersama dengan Camat Kedokanbunder, Bapak Rosdian Purnama. Hadir pula unsur keamanan dan ketertiban yang diwakili oleh anggota Koramil 1610/Krangkeng, Serka Sudono, serta Kapolsek Krangkeng, AKP Nandang. Kehadiran aparat TNI dan Polri menunjukkan komitmen penuh untuk mengamankan setiap tahapan musim tanam agar berjalan tanpa hambatan sosial maupun teknis.

Fokus utama pembahasan dalam rapat ini adalah isu kritis mengenai ketersediaan air irigasi. Para petani di wilayah Krangkeng dan Kedokanbunder menghadapi tantangan berupa keterbatasan debit air yang diperlukan untuk menggenangi sawah menjelang masa tanam. Menanggapi hal ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung mengirimkan perwakilan teknisnya, yaitu Bapak Fery (Pengamat Pengairan BBWS Kec. Krangkeng) dan Bapak Asep (Pengamat Pengairan Kec. Karangampel). Mereka hadir untuk memberikan penjelasan teknis sekaligus mendengarkan keluhan langsung dari para Kuwu se-Kecamatan Krangkeng dan Kedokanbunder, serta Kepala UPTD KPP Krangkeng, Bapak Adnansyah, dan Koordinator Penyuluh Pertanian BPP, Bapak Moh Chairul SP.

Dalam diskusi yang intensif, disepakati bahwa masalah kebutuhan air irigasi telah masuk dalam agenda prioritas penanganan BBWS. Untuk memaksimalkan distribusi air ke lahan-lahan petani, rapat ini bertujuan mempertegas aturan jadwal "giring air" atau rotasi pembagian aliran air. Hal ini sangat krusial untuk mencegah miskomunikasi antar kelompok tani atau antar desa yang sering kali memicu konflik di lapangan. Dengan adanya jadwal yang jelas, transparan, dan dipatuhi bersama, diharapkan setiap petak sawah akan mendapatkan jatah air yang adil sesuai dengan luas lahan dan fase pertumbuhan tanaman.

Serka Sudono selaku anggota Koramil 1610/Krangkeng menegaskan bahwa TNI siap membantu masyarakat dalam kegiatan gotong royong pembersihan saluran irigasi jika diperlukan, serta memantau jalannya distribusi air agar tidak ada pihak yang melakukan manipulasi pintu air secara sepihak. Sementara itu, Kapolsek Krangkeng menjamin keamanan selama proses pengambilan air berlangsung, sehingga petani dapat bekerja dengan tenang.

Selama kegiatan berlangsung, suasana rapat berjalan tertib, aman, dan penuh rasa kekeluargaan. Semua pihak menyadari bahwa kesuksesan Musim Tanam Gadu MT2 2026 adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, instansi teknis (BBWS), aparat keamanan, penyuluh pertanian, dan para pemimpin desa (Kuwu), optimisme untuk mencapai target produksi padi di wilayah Krangkeng dan Kedokanbunder semakin terbuka lebar. Masyarakat petani kini merasa lebih yakin bahwa kebutuhan vital mereka akan dipenuhi, sehingga mereka dapat segera memulai proses pengolahan tanah dan penanaman bibit padi unggul.
Posting Komentar