Krisis Air di Sukra Teratasi! Peltu Wargana Kawal Audiensi Petani Ujung Gebang dengan PJT II, Debit Air Ditingkatkan Mulai Besok
Juli 20, 2026
INDRAMAYU – Ketegangan akibat ancaman gagal panen di Desa Ujung Gebang, Kecamatan Sukra, akhirnya menemukan titik terang pada Senin (20/7/2026). Sebuah audiensi krusial yang melibatkan perwakilan masyarakat petani, aparat pemerintah, dan pihak Perum Jasa Tirta (PJT) II Patrol berhasil menghasilkan kesepakatan konkret untuk penambahan pasokan air irigasi. Hadir dalam momentum penting ini adalah Peltu Wargana, perwakilan Danramil 1614/Anjatan, yang bersama Kapolsek Patrol Kompol Syarifuddin SH, Kapolsek Sukra Iptu Andi, serta Camat Sukra Bapak Sigit, memastikan dialog berjalan produktif dan solusi segera direalisasikan.
Sejak pagi hari, sekitar 20 orang perwakilan petani yang dipimpin oleh Korlap Bapak Suhardi dan Kuwu Desa Ujung Gebang Bapak Sarjani, telah berkumpul di Balai Desa sebelum bergerak menuju Kantor Seksi Pengairan PJT II Patrol. Kehadiran Peltu Wargana dan anggota Koramil lainnya memberikan rasa aman dan keyakinan bagi para petani bahwa keluhan mereka didengar oleh negara. Suasana audiensi yang berlangsung pukul 10.00 WIB tersebut awalnya dipenuhi kekhawatiran mendalam dari para penggarap sawah.
Bapak Ajid, salah satu petani, dengan suara lantang menyampaikan keprihatinannya. Dari total 600 hektare lahan persawahan di wilayah tersebut, baru 20% yang terairi. "Kami meminta penggelontoran air berkelanjutan minimal satu minggu dan penambahan debit agar seluruh lahan terairi optimal," ujarnya disambut anggukan serius dari pihak PJT II. Senada dengan itu, Bapak Rasmin dan Bapak H. Darsono menekankan pentingnya kepastian pasokan air untuk menghindari kerugian ekonomi bagi para penggarap yang bergantung sepenuhnya pada hasil panen musim ini. Kondisi kekeringan tahun ini dinilai sangat memprihatinkan dan menuntut langkah cepat.
Menanggapi desakan tersebut, Bapak Didin, Asisten Manajer (Asmen) PJT II Patrol, menjelaskan kondisi teknis ketersediaan air. Ia mengungkapkan bahwa pasokan dari Saluran Tarum Timur saat ini baru mencapai 50% dari kebutuhan total, dengan Tinggi Muka Air (TMA) maksimal 19 meter yang harus didistribusikan ke luas area 75.000 hektare melalui empat saluran sekunder. "Keterbatasan ini nyata, namun kami berkomitmen menyelamatkan lahan pertanian. Kami mengajak semua pihak mengawal distribusi dari hulu ke hilir agar adil," jelas Bapak Didin.
Titik balik pertemuan terjadi ketika Bapak Sofi, Pengamat Air Sekunder (SS) Sukra, memberikan kabar gembira. Ia mengumumkan bahwa mulai Selasa, 21 Juli 2026, akan dilakukan penambahan debit air selama empat hari berturut-turut. Keputusan ini merupakan respons langsung terhadap urgensi yang disampaikan oleh para petani dan ditegaskan oleh kehadiran aparat keamanan serta pemerintah daerah.
Peran Peltu Wargana dalam mendampingi proses ini sangat strategis. Sebagai wakil TNI, ia tidak hanya hadir sebagai pengawas keamanan, tetapi juga sebagai fasilitator yang menjembatani kepentingan rakyat dengan kebijakan instansi teknis. Kehadirannya menjamin bahwa janji-janji yang dilontarkan dalam audiensi tidak sekadar wacana, melainkan akan dieksekusi di lapangan. Sinergi antara TNI, Polri, Pemkab Indramayu, dan PJT II ini membuktikan bahwa masalah kompleks seperti krisis air dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan kolaborasi lintas sektor.
Dengan adanya jaminan penambahan debit air tersebut, napas lega terasa di kalangan petani Desa Ujung Gebang. Mereka kini memiliki kepastian untuk melanjutkan Masa Tanam (MT) tanpa bayang-bayang kegagalan akibat kekeringan. Kegiatan yang berakhir dengan suasana kondusif ini menjadi contoh baik bagaimana aspirasi rakyat dapat diakomodasi secara cepat dan tepat ketika ada perhatian serius dari para pemangku kepentingan.
Keberhasilan audiensi ini juga menegaskan kembali fungsi pembinaan teritorial TNI yang tidak lepas dari aspek kesejahteraan rakyat. Peltu Wargana dan jajarannya terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan realisasi penambahan air berjalan sesuai jadwal. Bagi warga Sukra, ini adalah bukti bahwa TNI selalu hadir di saat rakyat membutuhkan, menjaga kedaulatan pangan dari tingkat akar rumput hingga kebijakan strategis pengelolaan sumber daya air.
