Anggota Koramil 1615 Pantauan Harga Sembako Haurgeulis: Beras dan Bawang Merah Turun, Gula serta Telur Ayam Mengalami Kenaikan
Juli 29, 2026
INDRAMAYU – Stabilitas harga bahan pokok (sembako) di wilayah Kecamatan Haurgeulis terus dipantau secara ketat oleh jajaran Koramil 1615/Haurgeulis. Pada Rabu (29/6/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, Serda Johan M melaksanakan kegiatan pemantauan harga sembako di berbagai kios dan toko di desa binaan, termasuk di Pasar Daerah Haurgeulis. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang tetap terjaga dan memberikan informasi akurat mengenai dinamika harga kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, terjadi pergerakan harga yang bervariasi pada beberapa komoditas strategis. Kabar baik datang dari harga beras medium yang tercatat mengalami penurunan dari Rp13.200 menjadi Rp13.000 per kilogram. Hal serupa juga terjadi pada harga bawang merah yang turun signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, serta daging ayam potong yang kini dijual seharga Rp35.000 per kilogram (turun dari Rp37.000). Penurunan harga pada komoditas utama seperti beras dan protein hewani ini tentu sangat membantu meringankan beban belanja harian masyarakat.
Namun, di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang harganya mengalami kenaikan. Harga gula pasir naik tipis dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam juga terpantau naik ke angka Rp32.000 per kilogram. Kenaikan ini diduga dipengaruhi oleh fluktuasi pasokan dari peternak dan biaya distribusi. Untuk komoditas lainnya seperti minyak goreng (Rp17.000/kg), jagung (Rp13.000/kg), kedelai lokal (Rp10.000/kg), bawang putih (Rp40.000/kg), dan daging sapi (Rp140.000/kg), harganya terpantau stabil atau tetap sama dengan pekan sebelumnya.
Serda Johan M juga berinteraksi dengan para pedagang untuk mengetahui penyebab perubahan harga tersebut. Para pedagang menjelaskan bahwa kenaikan harga gula dan telur bersifat sementara dan diharapkan akan kembali stabil dalam waktu dekat seiring dengan lancarnya distribusi dari pusat. Sementara itu, penurunan harga beras dan bawang merah得益于 musim panen yang sedang berlangsung di beberapa daerah sentra produksi.
Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di pasar dan toko-toko sembako terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada gejolak sosial atau protes dari masyarakat terkait harga barang. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah pedagang dan pembeli juga memberikan rasa tenang, sekaligus mencegah praktik penimbunan atau permainan harga oleh oknum tertentu.
Kegiatan monitoring rutin seperti ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat. Dengan data harga yang akurat dan terkini, Pemerintah Daerah dapat mengambil langkah-langkah antisipatif jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan berbelanja secukupnya, serta melaporkan jika menemukan praktik jual beli yang mencurigakan atau merugikan konsumen. Sinergi antara TNI, pedagang, dan masyarakat akan terus dijaga untuk mewujudkan ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di Kecamatan Haurgeulis.
