HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Sliyeg Lor Pimpin Aksi Gropyok Tikus, Selamatkan Panen Petani dari Serangan Hama


INDRAMAYU – Ancaman gagal panen akibat serangan hama tikus menjadi momok bagi para petani di Kabupaten Indramayu, terutama di masa menjelang musim tanam. Menyikapi kekhawatiran tersebut, Babinsa Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Serma Sarwika, memimpin langsung kegiatan "Gropyokan Tikus" di areal persawahan Blok Widara pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini merupakan bentuk nyata pendampingan TNI terhadap ketahanan pangan lokal melalui pengendalian hama terpadu.

Kegiatan ini tidak berlangsung sendiri, melainkan melibatkan sinergi multipihak yang solid. Turut hadir dalam aksi massal tersebut antara lain Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Sliyeg, Bapak Sugeng Raharjo; Kepala Desa Sliyeg Lor, Ibu Hj. Yunani; Penyuluh Pertanian Lapangan (BPP) Kecamatan Sliyeg, Ibu Tinsari; serta Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Ibu Dian. Selain itu, sekitar 20 orang anggota kelompok tani dan petani mandiri Desa Sliyeg Lor juga antusias berpartisipasi, menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lahan pertanian mereka.

Serma Sarwika menjelaskan bahwa metode yang digunakan dalam gropyokan kali ini adalah kombinasi antara pemberian umpan beracun jenis Klerat dan pengisian lubang-lubang sarang tikus dengan racun khusus. Metode ini dipilih karena dinilai lebih efektif untuk menjangkau koloni tikus yang bersembunyi di dalam tanah atau pematang sawah, dibandingkan hanya mengandalkan perangkap manual. "Tikus adalah hama yang cerdas dan cepat berkembang biak. Jika tidak ditangani secara serentak dan intensif, kerusakan pada batang padi muda bisa sangat parah," ujar Serma Sarwika di sela-sela kegiatan.

Tujuan utama dari gerakan massal ini tiga poin krusial. Pertama, sebagai wadah untuk menerima keluhan dan kendala langsung dari para petani terkait tantangan yang dihadapi dalam menghadapi musim tanam. Kedua, secara teknis bertujuan untuk mengurangi populasi hama tikus di area persawahan, khususnya yang berdampak pada wilayah pertanian di sekitar Desa Majasari dan Sliyeg Lor. Ketiga, yang paling substansial, adalah upaya maksimalisasi produktivitas hasil panen padi. Dengan menekan angka serangan hama sejak dini, diharapkan target produksi beras nasional dan daerah dapat tercapai tanpa hambatan signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, BPP Ibu Tinsari dan POPT Ibu Dian memberikan edukasi singkat kepada para petani mengenai siklus hidup tikus dan cara mengidentifikasi tanda-tanda keberadaan sarang mereka. Hal ini penting agar petani tidak hanya bergantung pada bantuan saat gropyokan, tetapi juga mampu melakukan pemantauan mandiri di lahan masing-masing. Kolaborasi antara tenaga ahli pertanian, aparat desa, dan Babinsa menciptakan transfer pengetahuan yang bermanfaat bagi peningkatan kapasitas petani lokal.

Kepala Desa Sliyeg Lor, Ibu Hj. Yunani, mengapresiasi inisiatif Koramil 1616/Sliyeg yang selalu proaktif membantu warga. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah sawah memberikan semangat tersendiri bagi para petani. "Ini bukti bahwa TNI tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga keamanan pangan kita. Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari Pak Sugeng dari kecamatan dan seluruh elemen yang terlibat," ungkapnya.

Kegiatan gropyokan berlangsung selama beberapa jam hingga selesai dengan situasi yang aman dan kondusif. Tidak ada insiden atau gangguan selama proses pengendalian hama berlangsung. Para petani terlihat kompak bekerja sama membersihkan pematang sawah dan memasang umpan di titik-titik strategis yang rawa menjadi jalur lalu lintas tikus.

Laporan kegiatan ini diserahkan kepada Komandan Distrik Militer (Dandim) 0616/Indramayu sebagai bagian dari laporan rutin pembinaan teritorial. Melalui aksi nyata seperti ini, Kodim 0616/Indramayu terus menegaskan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah. Diharapkan, dengan berkurangnya populasi tikus di Blok Widara dan sekitarnya, para petani dapat memasuki masa tanam dengan lebih optimis dan yakin akan keberhasilan panen di musim mendatang. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan pangan di tingkat grassroots.
Posting Komentar