Gebrakan Fisik di Cikedung! Peltu Rudiyanto Kawal Pengecoran Lantai Dasar, Pembangunan Koramil 1618 Masuk Fase Kritis!
Juli 24, 2026
INDRAMAYU – Sebuah tonggak sejarah baru bagi kekuatan pertahanan kewilayahan di Kecamatan Cikedung sedang dibangun dengan penuh semangat. Pada Jumat (24/7/2026), tepat pukul 08.00 WIB, suasana di Blok Tarikolot, Desa Cikedung Lor, berubah menjadi sangat dinamis. Kegiatan pembangunan fisik Markas Komando Rayon Militer (Koramil) 1618/Cikedung memasuki fase krusial dengan dilaksanakannya pemasangan pengecoran lantai dasar, pemasangan kerangka besi, serta pengecoran sloof atas. Progres pembangunan yang telah mencapai 10% ini menandai komitmen serius TNI untuk menghadirkan fasilitas komando yang lebih modern dan representatif bagi warga Cikedung.
Pantauan di lapangan menunjukkan kesibukan luar biasa. Peltu Rudiyanto, Danposmil 1613/Terisi, turun langsung mengawal jalannya pekerjaan bersama satu anggota lainnya. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai motivator bagi para tenaga kerja lokal. Sekitar 15 orang tukang masyarakat terlihat bekerja bahu-membahu, memasang hebel dan membuat struktur "sepiteng" (kuda-kuda atap) dengan ketelitian tinggi. Sinergi antara aparat militer dan warga sipil ini menciptakan atmosfer gotong royong yang kental, membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur militer juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Proses pengecoran lantai dasar menjadi momen penting karena merupakan fondasi utama bagi seluruh bangunan Koramil ke depannya. Peltu Rudiyanto memastikan bahwa campuran semen dan material lainnya sesuai dengan standar kualitas konstruksi yang ketat. "Fondasi yang kuat adalah kunci dari bangunan yang kokoh. Kami ingin Koramil Cikedung berdiri tegak selama puluhan tahun, melayani rakyat dengan maksimal," ungkap Peltu Rudiyanto di sela-sela pengawasan. Selain itu, pemasangan kerangka besi dan sloof atas dilakukan untuk mempersiapkan dinding-dinding pembatas ruang yang akan segera didirikan menggunakan bata ringan (hebel).
Kehadiran para tukang masyarakat setempat juga memberikan dampak ekonomi positif bagi warga Desa Cikedung Lor. Dengan menyerap tenaga kerja lokal, proyek ini tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian mikro di tingkat desa. Para pekerja tampak antusias dan berdedikasi tinggi, menyadari bahwa mereka sedang membangun rumah kedua bagi para prajurit yang selalu siap siaga menjaga keamanan wilayah mereka.
Selama kegiatan berlangsung dari pagi hingga selesai, situasi di lokasi proyek terpantau sangat aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada kendala teknis maupun gangguan keamanan yang menghambat laju pekerjaan. Koordinasi yang apik antara Peltu Rudiyanto dan para mandor tukang memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Dokumentasi kegiatan yang terlampir menunjukkan progres yang signifikan dan rapi. Dengan pencapaian 10% ini, diharapkan tahap selanjutnya yaitu pemasangan dinding dan atap dapat segera diselesaikan. Pembangunan Koramil 1618/Cikedung ini menjadi simbol kehadiran negara yang nyata di tengah masyarakat. Ketika markas komando semakin nyaman dan fungsional, maka pelayanan terhadap warga, penanganan konflik, dan pembinaan teritorial pun akan semakin optimal.
Masyarakat Cikedung kini menanti dengan bangga kapan gedung baru Koramil mereka akan resmi beroperasi. Ini adalah bukti bahwa TNI terus berbenah diri untuk memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat. Melalui tangan-tangan terampil Peltu Rudiyanto dan para tukang lokal, mimpi memiliki Koramil yang megah dan modern di Desa Cikedung Lor perlahan namun pasti menjadi kenyataan.
