Serka Sudono Jadi 'Pahlawan Air' di Karang Malang, 10.000 Liter Bantuan BPBD Redam Krisis Kemarau yang Mencekam Warga Tanjakan!
Agustus 25, 2026
INDRAMAYU – Ketegangan dan kehausan menyelimuti warga Blok Karang Malang, RT 015 dan RT 016, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Senin siang (25/8/2026). Sejak pukul 10.00 WIB, sorak-sorai lega pecah saat dua tangki besar milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Indramayu tiba di lokasi. Di bawah terik matahari yang membakar, Serka Sudono, Babinsa Desa Tanjakan, bersama perangkat desa, sigap mengatur distribusi 10.000 liter air bersih untuk menyelamatkan ratusan warga dari dampak kemarau panjang yang kian parah.
Krisis air bersih di Blok Karang Malang bukan hal baru, namun intensitasnya tahun ini terasa lebih mencekam. Sumur-sumur warga mengering, dan sumber air terdekat pun mulai menyusut drastis. Melihat kondisi tersebut, Serka Sudono tidak tinggal diam. Ia berkoordinasi cepat dengan BPBD dan pemerintah desa untuk memastikan bantuan logistik vital ini sampai tepat sasaran. Kehadiran dua tangki berkapasitas 5.000 liter masing-masing menjadi oase di tengah dahaga warga.
"Air adalah hak dasar. Kami tidak akan biarkan warga kami menderita karena kekurangan air minum dan air untuk mandi," tegas Serka Sudono sambil membantu warga menuangkan air ke dalam jerigen-jerigen. Ia memastikan proses antrian berjalan tertib, memprioritaskan lansia dan ibu-ibu yang membawa anak kecil, serta mencegah terjadinya gesekan akibat berebutan air.
Bapak Asep (45), salah satu warga RT 015, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. "Sudah seminggu ini kami harus jalan jauh buat ambil air. Alhamdulillah hari ini ada bantuan dari BPBD dan Pak Babinsa. Ini benar-benar penyelamat bagi kami," ujarnya sambil memeluk jerigen penuh air.
Perangkat Desa Tanjakan juga turut aktif dalam pendampingan distribusi. Mereka membantu mencatat nama penerima dan memastikan setiap kepala keluarga mendapatkan jatah yang adil. Sinergitas antara TNI, BPBD, dan Pemerintah Desa ini menunjukkan kekuatan kolaborasi dalam menghadapi bencana alam skala lokal.
Selama kegiatan distribusi berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.10 WIB, situasi terpantau sangat tertib dan aman. Tidak ada kerusuhan atau keluhan berarti. Serka Sudono terus memantau situasi hingga tangki terakhir kosong, memastikan tidak ada warga yang pulang dengan tangan hampa.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran Babinsa sebagai pelindung dan pelayan masyarakat di masa krisis. Dengan respons cepat dan koordinasi yang solid, dampak negatif kemarau panjang di Desa Tanjakan dapat diminimalisir. Warga Blok Karang Malang pun berharap hujan segera turun untuk mengakhiri musim kering ini, namun hingga saat itu tiba, kehadiran Serka Sudono dan dukungan BPBD menjadi sandaran utama mereka. Sebuah aksi kemanusiaan yang sederhana namun dampaknya begitu besar bagi kelangsungan hidup warga Indramayu.
