Gelar Upacara Megah di Haurgeulis, Babinsa Peltu Wawan H Jadi Sorotan Utama dalam Peringatan Hari Kesadaran Nasional yang Penuh Khidmat
Juli 17, 2026
INDRAMAYU – Suasana khidmat dan penuh semangat patriotisme menyelimuti Desa Sidadadi, Kecamatan Haurgeulis, pada Jumat pagi, 17 Juli 2026. Ribuan mata tertuju ke lapangan upacara saat Pemerintah Kecamatan Haurgeulis menggelar acara puncak Peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN). Di tengah barisan peserta yang rapi dan disiplin, sosok seorang prajurit TNI AD dengan seragam lorengnya yang khas menjadi pusat perhatian. Ia adalah Peltu Wawan H, anggota Koramil 1615/Haurgeulis, yang hadir mewakili Danramil 1615/Hgl untuk memberikan kesan mendalam tentang pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara di tingkat akar rumput.
Acara yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB ini bukan sekadar rutinitas birokrasi semata, melainkan sebuah manifestasi nyata dari sinergi antara unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Kehadiran Peltu Wawan H dalam upacara tersebut mengirimkan pesan kuat bahwa TNI selalu berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan ideologi negara dan membangun karakter bangsa, bahkan hingga ke pelosok kecamatan.
Camat Haurgeulis, Bapak Rory Firmansyah, S.STP., M.Msi., yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam kesempatan ini, menyampaikan pidato kenegaraan yang menyentuh hati. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa kesadaran nasional bukanlah konsep abstrak, melainkan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. "Kesadaran untuk taat hukum, kesadaran untuk membayar pajak, kesadaran untuk menjaga lingkungan, dan kesadaran untuk menghormati perbedaan adalah modal utama kita membangun Haurgeulis yang maju dan beradab," ujar Rory dengan lantang di hadapan ratusan peserta upacara.
Hadir dalam kegiatan strategis ini sejumlah pejabat kunci yang menunjukkan komitmen penuh terhadap pembangunan daerah. Sekretaris Camat (Sekmat) Haurgeulis, Nanang Fuazi Wibowo, terlihat aktif mengkoordinasikan jalannya acara sejak awal. Selain itu, Kapolsek Haurgeulis, AKP Saepulloh, juga turut hadir, menegaskan adanya kolaborasi erat antara Polri dan TNI (Polri-TNI) serta pemerintah daerah dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Sinergitas tiga pilar ini—Camat, Danramil melalui wakilnya Peltu Wawan H, dan Kapolsek—menjadi fondasi kokoh bagi stabilitas wilayah Haurgeulis.
Tidak hanya pejabat struktural, perwakilan dari berbagai elemen masyarakat juga memadati area upacara. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Haurgeulis, para Kepala UPTD se-Kecamatan Haurgeulis, seluruh Kuwu Desa, Kepala Sekolah Dasar, serta para Pamong Desa hadir lengkap. Kehadiran para kepala sekolah dasar, misalnya, menandakan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak dini kepada generasi penerus. Sementara itu, partisipasi aktif para Kuwu dan Pamong Desa menunjukkan bahwa pemerintahan desa siap menjadi ujung tombak pelaksanaan program-program nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Peltu Wawan H, yang berdiri tegap di barisan depan perwakilan TNI, tampak memantau jalannya upacara dengan seksama. Kehadirannya bukan hanya sebagai formalitas kehadiran institusi militer, tetapi sebagai simbol pengawal demokrasi dan persatuan. Bagi warga Haurgeulis, melihat anggota Babinsa atau Koramil terlibat langsung dalam kegiatan sipil seperti ini memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa negara hadir di tengah-tengah mereka.
Upacara berlangsung dengan sangat tertib, aman, dan lancar tanpa adanya hambatan berarti. Protokol kesehatan dan tata krama upacara diterapkan dengan ketat, mencerminkan disiplin tinggi dari seluruh peserta. Pukul 08.15 WIB, rangkaian acara peringatan Hari Kesadaran Nasional tingkat Kecamatan Haurgeulis resmi ditutup. Meski singkat, dampak psikologis dan sosial dari kegiatan ini diharapkan akan bergema lama di kalangan aparatur desa dan masyarakat.
Keberhasilan pelaksanaan upacara ini tidak lepas dari kerja keras panitia dan dukungan penuh dari semua pihak. Dengan dipimpin oleh Camat Rory Firmansyah dan didukung penuh oleh sosok-sosok seperti Peltu Wawan H dari Koramil 1615/Hgl, Haurgeulis telah membuktikan bahwa kesadaran nasional bukan lagi wacana, melainkan praktik hidup yang terus dijaga dan dilestarikan. Peringatan HKN tahun 2026 di Haurgeulis menjadi bukti nyata bahwa ketika pemimpin lokal, aparat keamanan, dan masyarakat bergerak satu irama, kemajuan daerah hanyalah masalah waktu.
