HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gempur Lahan Sliyeg! Babinsa Pelda Rastika Turun Langsung Bajak Sawah Pakai Traktor, Kolaborasi Apik dengan Petani Demi Ketahanan Pangan Nasional!


INDRAMAYU – Suasana pagi yang cerah di Desa Sliyeg, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (1/7/2026), diwarnai oleh dentuman mesin traktor yang bergemuruh memecah keheningan hamparan sawah. Bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, kehadiran seorang prajurit TNI dengan seragam loreng yang khas di atas lahan basah menjadi pemandangan yang menarik perhatian warga setempat. Ia adalah Pelda Rastika, Babinsa Desa Sleman dari Koramil 1607/Sliyeg, yang turun tangan langsung untuk melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian berupa pembajakan sawah menggunakan traktor. Langkah nyata ini merupakan wujud konkret komitmen TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat akar rumput.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini bukan sekadar simbolis. Pelda Rastika hadir di tengah-tengah para petani untuk memastikan proses pengolahan tanah berjalan optimal sebelum memasuki masa tanam berikutnya. Dalam laporannya kepada Dandim 0616/Indramayu, disebutkan bahwa tujuan utama dari aksi ini adalah untuk meningkatkan produktivitas lahan serta meringankan beban kerja petani yang selama ini bergantung pada tenaga manual atau hewan ternak yang semakin jarang digunakan. Dengan menggunakan teknologi mekanisasi pertanian berupa traktor, proses pembajakan dapat dilakukan lebih cepat, merata, dan efisien, sehingga kualitas tanah untuk penanaman padi menjadi lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut, Pelda Rastika tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi secara apik dengan dua operator traktor lokal, yaitu Bapak Kumaedi dan Bapak Kurdi. Sinergi antara aparat kewilayahan dan tenaga ahli pertanian lokal ini menciptakan suasana kerja yang solid dan penuh semangat gotong royong. Kehadiran Babinsa di lokasi juga memberikan motivasi tersendiri bagi para petani, karena mereka merasa didampingi dan diperhatikan oleh negara dalam upaya meningkatkan hasil panen. "Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal tanah di wilayah binaan kami terolah dengan baik agar potensi panen maksimal," demikian semangat yang ditunjukkan oleh Pelda Rastika saat mengawasi jalannya pembajakan.

Selama kurang lebih dua jam, aktivitas pembajakan berlangsung lancar tanpa hambatan teknis maupun sosial. Mesin traktor melaju lincah membelah lumpur, mengubah tekstur tanah menjadi gembur dan siap untuk ditanami. Situasi keamanan dan ketertiban di area persawahan terpantau sangat kondusif. Tidak ada gesekan atau keluhan dari warga sekitar, justru banyak petani lain yang datang menyaksikan dan mengapresiasi langkah proaktif Babinsa Desa Sleman ini. Kegiatan berakhir pukul 11.00 WIB dengan keadaan aman, meninggalkan jejak tanah yang telah siap untuk tahap selanjutnya, yakni persemaian atau penanaman bibit.

Langkah Pelda Rastika ini sejalan dengan instruksi pimpinan TNI untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Indramayu, sebagai salah satu daerah lumbung padi di Jawa Barat, membutuhkan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk aparatur militer di wilayah. Dengan adanya pendampingan intensif seperti ini, diharapkan petani di Desa Sliyeg dan sekitarnya semakin termotivasi untuk mengoptimalkan lahan mereka, mengurangi ketergantungan pada impor, dan berkontribusi positif terhadap stok beras nasional.

Laporan ini menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan fisik, tetapi juga aktif terlibat dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan tokoh lokal seperti Bapak Kumaedi dan Bapak Kurdi, Pelda Rastika berhasil menciptakan model pendampingan pertanian yang efektif dan berkelanjutan. Warga Desa Sliyeg kini menantikan hasil panen yang melimpah dari lahan-lahan yang telah diolah dengan penuh dedikasi tersebut. Hingga kegiatan selesai, suasana di sawah tetap ramai oleh suara mesin dan harapan baru akan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani Indramayu.
Posting Komentar