HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gempur Serangan Tikus! Serma Tasnoto dan Serka Dadan Wahyudin Pimpin Aksi Massal 50 Petani di Tambi, Sawah Diselamatkan dari Ancaman Gagal Panen


INDRAMAYU – Pertahanan ketahanan pangan Kabupaten Indramayu kembali diuji oleh serangan hama yang tak kenal ampun. Namun, kali ini para petani Desa Tambi Lor dan Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, tidak berjuang sendirian. Pada Rabu (7/7/2026), sebuah aksi heroik bertajuk "Gropyokan Hama Tikus" digelar serentak di areal persawahan kedua desa tersebut. Dipimpin langsung oleh dua sosok Babinsa yang dikenal tanggap dan dekat dengan warga, Serma Tasnoto dan Serka Dadan Wahyudin, sekitar 50 petani bersama aparat desa dan penyuluh pertanian bahu-membahu membasmi koloni tikus yang mengancam gagal panen musim tanam ini.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan respons cepat atas keluhan para petani yang merasa putus asa menghadapi serangan hama tikus yang semakin masif. Melihat potensi kerugian yang besar, Serma Tasnoto dan Serka Dadan Wahyudin segera mengkoordinasikan gerakan terpadu. Mereka tidak hanya memberikan perintah, tetapi turun langsung ke lumpur sawah, menunjukkan solidaritas penuh bahwa TNI adalah mitra sejati petani dalam menjaga lumbung padi nasional.

Strategi yang digunakan dalam gropyokan ini sangat sistematis dan efektif. Tim gabungan yang terdiri dari Babinsa, Kuwu Desa Tambi Bapak Tarso, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Bapak H. Kartijah dan Ibu Tin Sari, serta Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Sliyeg Ibu Dian, menerapkan metode kombinasi. Pemberian racun tikus jenis Klerat dilakukan secara masif di jalur-jalur pergerakan hama, sementara lubang-lubang sarang tikus diisi dengan racun khusus untuk memastikan koloni hama musnah hingga ke akarnya. Langkah ini diambil setelah melalui konsultasi teknis dengan POPT untuk memastikan efektivitas dan keamanan bagi ekosistem sawah.

Kehadiran Serma Tasnoto dan Serka Dadan Wahyudin di garda terdepan memberikan semangat luar biasa bagi 50 anggota kelompok tani yang hadir. Energi positif mereka menular kepada seluruh peserta. Suasana gotong royong terasa kental; tidak ada sekat antara aparat dan warga. Semua bergerak dengan satu tujuan: menyelamatkan hektaran sawah hijau yang menjadi sumber kehidupan mereka. Keluhan-keluhan petani terkait kendala musim tanam didengarkan dengan saksama, dan solusi konkret berupa aksi gropyokan ini menjadi jawaban nyata atas keresahan mereka.

Tujuan utama dari kegiatan ini jelas: mengurangi populasi hama tikus secara drastis dan meningkatkan produktivitas hasil panen padi secara maksimal. Dengan hilangnya ancaman tikus, diharapkan petani dapat fokus pada perawatan tanaman lainnya tanpa was-was terhadap kerusakan batang padi. Intervensi aktif Babinsa dalam sektor pertanian seperti ini membuktikan bahwa peran TNI dalam pembinaan teritorial mencakup aspek kesejahteraan rakyat, bukan hanya keamanan fisik.

Hingga pukul 11.00 WIB, kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan aman. Tidak ada insiden atau gangguan selama proses pembasmian hama. Kolaborasi antara unsur pemerintah desa (Kuwu Tarso), tenaga ahli pertanian (PPL dan POPT), serta aparat kewilayahan (Babinsa) menciptakan sinergi yang kuat. Model penanganan hama terpadu seperti yang dilakukan di Desa Tambi dan Tambi Lor ini seharusnya menjadi percontohan bagi kecamatan lain di Indramayu yang juga mengalami masalah serupa.

Aksi gemilang Serma Tasnoto dan Serka Dadan Wahyudin ini patut mendapat apresiasi tinggi. Mereka telah membuktikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat membawa dampak positif yang nyata. Berkat kegigihan mereka dan semangat gotong royong 50 petani, sawah-sawah di Sliyeg kini memiliki harapan lebih besar untuk menghasilkan panen raya yang melimpah. Ini adalah kemenangan bersama atas hama, dan bukti nyata bahwa ketika TNI dan Rakyat bersatu, tidak ada tantangan yang terlalu berat untuk dihadapi. Maju terus pertanian Indramayu!
Posting Komentar