Gerakan Masal Basmi Tikus! Anggota Koramil Sliyeg dan 50 Petani Sleman Gelar Gropyokan, Selamatkan Lahan dari Ancaman Hama
Juli 02, 2026
INDRAMAYU – Ancaman gagal panen akibat serangan hama tikus di Kecamatan Sliyeg berhasil diredam melalui aksi kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat. Pada Kamis pagi (2/7/2026), tepatnya pukul 08.00 WIB, areal persawahan Desa Sleman menjadi saksi bisu kegiatan "Gropyokan Tikus" yang digelar secara serentak. Kegiatan ini merupakan respons cepat terhadap keluhan para petani yang menghadapi musim tanam dengan tekanan hama yang semakin meningkat.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Muspika Sliyeg, termasuk Camat Sliyeg, Bpk. Opik Hidayat, S.Sos., Danramil 1607/Sliyeg yang diwakili oleh Pelda Rastika dan Serma Tasnoto, serta Kapolsek Sliyeg, AKP Edi Mulyana, S.H., beserta anggotanya. Kehadiran aparat keamanan dan pemerintah daerah ini menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga ketahanan pangan wilayah. Turut hadir pula Kuwu Desa Sleman, Bpk. Abdul Goni, beserta perangkat desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (BPP) Ibu Tinsari, Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Ibu Dian, dan sekitar 50 anggota kelompok tani serta petani setempat.
Metode yang digunakan dalam gropyokan ini adalah kombinasi antara pemberian umpan beracun jenis Klerat dan pengisian lubang-lubang sarang tikus dengan racun khusus. Strategi ini dipilih karena dinilai efektif untuk menjangkau populasi tikus yang bersembunyi di dalam tanah dan sulit dijangkau dengan cara konvensional. Para petani dengan dipandu oleh POPT dan BPP bekerja sama menutup setiap jalur keluar masuk tikus, memastikan racun bekerja maksimal di dalam sarang.
Tujuan utama dari kegiatan ini tidak hanya sekadar membunuh hama, tetapi juga sebagai wadah untuk menerima langsung keluhan dan kendala yang dihadapi petani Desa Sleman. Dengan adanya dialog langsung di lapangan, pemerintah desa dan kecamatan dapat merumuskan solusi yang lebih tepat sasaran. Selain itu, upaya reduksi populasi tikus diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil panen padi secara maksimal, sehingga kesejahteraan petani dapat terjaga.
Selama kegiatan berlangsung dari pagi hingga selesai, situasi di lahan persawahan terpantau aman dan kondusif. Tidak ada insiden atau gangguan berarti. Antusiasme para petani sangat tinggi, mereka merasa didukung penuh oleh aparatur desa dan TNI-Polri. Sinergi antara pengetahuan teknis dari penyuluh, kekuatan massa dari petani, dan dukungan keamanan dari TNI-Polri telah menciptakan model penanganan hama yang efektif dan berkelanjutan.
Dengan dilaksanakannya gropyokan ini, diharapkan lahan pertanian di Desa Sleman dapat bebas dari ancaman tikus selama masa pertumbuhan tanaman. Keberhasilan aksi ini menjadi contoh baik bagi desa-desa lain di Kecamatan Sliyeg untuk menerapkan langkah serupa demi menjamin suksesnya musim tanam tahun 2026. Ketahanan pangan dimulai dari perlindungan setiap helai daun padi di sawah, dan semangat gotong royong warga Sleman telah membuktikan bahwa bersama-sama, hama dapat ditaklukkan.
