Gotong Royong Membangun Markas,Danposmil 1613/Terisi Peltu Rudiyanto dan Warga Cikedung Lor Ukir Progres 33 Persen
Juli 30, 2026
INDRAMAYU – Semangat kebersamaan antara aparat TNI dan masyarakat kembali terpancar jelas di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Pada Kamis pagi, 30 Juli 2026, suasana berbeda terasa di lokasi pembangunan gedung Koramil 1618/Cikedung. Bukan hanya suara mesin atau palu yang bergema, namun juga canda tawa dan semangat kolaborasi yang menyatukan prajurit dengan warga setempat dalam satu tujuan mulia: membangun rumah pertahanan yang lebih layak dan kokoh.
Sejak pukul 08.00 WIB, aktivitas di lokasi proyek telah berjalan dengan dinamis. Peltu Rudiyanto, Danposmil 1613/Terisi, hadir langsung memimpin dan mengawasi jalannya pekerjaan. Kehadirannya bukan sekadar sebagai pengawas teknis, melainkan sebagai motor penggerak yang memberikan motivasi kepada para tenaga kerja. Ditemani oleh satu anggota lainnya, Peltu Rudiyanto turun langsung ke lapangan, memastikan setiap detail konstruksi dikerjakan dengan standar kualitas terbaik dan keselamatan kerja yang terjaga.
Fokus utama kegiatan pembangunan pada hari itu tertuju pada dua tahap krusial, yaitu pekerjaan pengecoran sloop (balok sloof) dan pemasangan herbel (bata ringan). Pengecoran sloof merupakan tahapan vital yang berfungsi sebagai pondasi bawah untuk meratakan beban bangunan ke tanah, sementara pemasangan herbel menandai percepatan kenaikan dinding struktur bangunan. Kedua pekerjaan ini membutuhkan ketelitian tinggi dan koordinasi tim yang solid agar hasil akhirnya presisi dan tahan lama.
Yang membuat momen ini semakin istimewa adalah keterlibatan aktif masyarakat. Sebanyak 15 orang tukang dari warga lokal turut serta dalam proses pembangunan. Partisipasi mereka menjadi bukti nyata bahwa keberadaan Koramil bukan hanya simbol negara, tetapi juga bagian integral dari kehidupan sosial desa. Melalui sistem gotong royong yang masih kental di pedesaan, batas antara "tugas dinas" dan "bantuan warga" seolah melebur menjadi satu energi positif. Para tukang bekerja dengan cekatan, mencampur adukan semen, mengangkat material, dan memasang bata dengan penuh tanggung jawab, didampingi oleh arahan teknis dari pihak TNI.
Hingga berakhirnya kegiatan pada siang hari, progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai angka 33%. Capaian ini merupakan indikator positif bahwa proyek berjalan sesuai target waktu yang telah direncanakan. Meskipun cuaca terik tidak menyurutkan semangat para pekerja, disiplin dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, tanpa adanya hambatan berarti baik dari sisi teknis maupun sosial.
Bagi Peltu Rudiyanto, melibatkan masyarakat dalam pembangunan fasilitas militer adalah strategi cerdas untuk mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat (Manunggal). "Ketika warga merasa memiliki bangunan ini karena ikut membangunnya, maka rasa cinta dan menjaga terhadap aset negara akan tumbuh dengan sendirinya," ujarnya singkat di sela-sela kesibukan memantau adukan beton.
Pembangunan Koramil 1618/Cikedung ini diharapkan dapat segera selesai sehingga dapat berfungsi optimal sebagai pusat komando kewilayahan yang nyaman bagi personel dan mudah diakses oleh masyarakat untuk berkonsultasi atau melaporkan gangguan keamanan. Keberhasilan mencapai progres 33% di hari ini menjadi modal penting bagi kelanjutan tahap berikutnya.
Di tengah deru pembangunan infrastruktur nasional, kisah kecil di Desa Cikedung Lor ini mengingatkan kita bahwa kekuatan terbesar bangsa terletak pada persatuan. Ketika seragam loreng berbaur dengan keringat warga desa, terciptalah fondasi yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga tangguh secara sosial. Peltu Rudiyanto dan 15 tukang warga telah membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong, batu demi batu dapat disusun menjadi benteng pertahanan yang kokoh bagi kedaulatan dan ketenteraman rakyat Indramayu.
