Guncang Eretan Kulon! Babinsa Sertu Warnita Geber Komsos Intensif dengan Tokoh Masyarakat, Kunci Keamanan Wilayah Ada di Tangan Warga!
Juli 01, 2026
INDRAMAYU – Dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kecamatan Kandanghaur kembali mendapat perhatian serius dari jajaran TNI AD. Pada hari yang sama, Rabu (1/7/2026), sebuah pertemuan strategis berlangsung di wilayah Eretan Kulon. Bukan sekadar obrolan santai, kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang dipimpin langsung oleh Sertu Warnita, anggota Koramil 1616/Kandanghaur, bersama para Tokoh Masyarakat (Tomas) tiga wilayah Eretan Kulon, menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi kekuatan sosial untuk menjaga stabilitas daerah.
Sertu Warnita, yang dikenal dekat dengan warga binaannya, menyadari bahwa kunci utama keamanan bukan hanya pada patroli aparat, melainkan pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, ia mengumpulkan para tokoh kunci dari tiga wilayah di Eretan Kulon untuk duduk bersama, bertukar pikiran, dan menyamakan persepsi mengenai kondisi terkini di lapangan. Kehadiran Sertu Warnita disambut antusias oleh para Tomas, yang merasa dihargai perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina lingkungan.
Dalam forum komsos tersebut, beberapa poin krusial menjadi bahan diskusi hangat. Pertama, pentingnya menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang sempat vakum di beberapa blok. Sertu Warnita menekankan bahwa kehadiran linmas atau ronda malam bukan hanya untuk mencegah pencurian, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian tetangga terhadap tetangga. "Ketika lingkungan ramai oleh aktivitas warga yang saling jaga, maka pelaku kejahatan akan segan untuk bertindak," ujar Sertu Warnita meyakinkan para hadirin.
Kedua, antisipasi terhadap potensi konflik horizontal antarwarga atau antar-kelompok pemuda. Para Tomas menyampaikan bahwa meski situasi umum kondusif, gesekan-gesekan kecil akibat kesalahpahaman sering kali terjadi. Melalui komsos ini, Sertu Warnita mengajak para tokoh untuk menjadi penengah pertama sebelum masalah meluas ke ranah hukum. Peran mediasi dari tokoh masyarakat yang dituakan dan dihormati dinilai lebih efektif dan cepat daripada proses birokrasi yang panjang.
Ketiga, pembahasan terkait isu-isu hoaks atau berita bohong yang beredar di grup WhatsApp warga. Sertu Warnita mengimbau agar para Tomas dapat menjadi filter informasi bagi warganya masing-masing. "Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya. Konfirmasi dulu kepada kami atau perangkat desa sebelum menyebarkannya," pesannya tegas. Hal ini penting untuk mencegah keresahan massal yang dapat memicu ketidakstabilan sosial.
Hadir dalam kegiatan ini perwakilan tokoh masyarakat dari tiga wilayah Eretan Kulon, termasuk ketua RT, RW, serta tokoh agama dan adat setempat. Mereka berkomitmen untuk mendukung penuh program-program Babinsa dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Sinergi antara Sertu Warnita dan para Tomas ini diharapkan dapat menciptakan jaringan intelijen sosial yang kuat, di mana setiap informasi gangguan kamtibmas dapat dilaporkan dan ditangani sejak dini.
Kegiatan komsos berlangsung dalam suasana akrab dan demokratis. Tidak ada sekat antara aparat dan warga; semua berbicara dengan terbuka dan saling menghargai. Sertu Warnita juga memanfaatkan momen ini untuk mendengarkan aspirasi warga terkait kebutuhan infrastruktur atau bantuan lainnya yang dapat difasilitasi melalui Koramil. Pendekatan humanis seperti ini terbukti efektif dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi militer.
Laporan kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Koramil 1616/Kandanghaur terus berupaya memperkuat basis massa melalui pendekatan persuasif. Dengan melibatkan tokoh masyarakat seperti yang dilakukan Sertu Warnita di Eretan Kulon, TNI tidak hanya hadir sebagai penjaga, tetapi juga sebagai sahabat dan pembina masyarakat. Diharapkan, hasil dari komsos ini dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan, sehingga wilayah Eretan Kulon tetap menjadi zona aman yang bebas dari kriminalitas dan konflik sosial. Hingga kegiatan selesai, situasi terpantau kondusif, dengan janji tindak lanjut dari kedua belah pihak untuk bertemu secara berkala guna evaluasi perkembangan situasi.
