Hadiri 600 Siswa Baru, Serka Mugiono Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme di SMK N 1 Gantar
Juli 15, 2026
INDRAMAYU – Suasana penuh semangat dan kekhidmatan menyelimuti halaman SMK Negeri 1 Gantar, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, pada Rabu pagi, 15 Juli 2025. Sebanyak 600 siswa-siswi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 berkumpul dengan rapi, mengenakan seragam MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) mereka. Namun, pagi itu bukan sekadar rutinitas administratif sekolah biasa. Kehadiran sosok tentara dengan postur tegap, Serka Mugiono dari Koramil 1615/Haurgeulis, memberikan nuansa khusus yang berbeda. Ia hadir sebagai perwakilan Danramil untuk membuka secara resmi kegiatan MPLS, membawa pesan kuat tentang disiplin, karakter, dan cinta tanah air kepada generasi muda penerus bangsa.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh elemen penting sekolah, termasuk Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Gantar, Bapak Haryono Suhendro S.T.M.A, S.Pd., beserta jajaran dewan guru dan panitia pelaksana. Kehadiran Serka Mugiono di tengah ratusan remaja yang masih dalam masa transisi dari SMP ke SMK ini memiliki makna strategis. Ini adalah bentuk nyata keterlibatan TNI dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter siswa sejak dini.
Dalam sambutannya, Serka Mugiono menekankan bahwa lingkungan sekolah adalah miniatur negara. Di sinilah para siswa belajar tentang aturan, tanggung jawab, dan kerjasama. "Disiplin bukan hanya tentang ketepatan waktu atau kerapian seragam, tetapi tentang ketaatan terhadap norma dan hukum yang berlaku di masyarakat," ujar Serka Mugiono di hadapan para siswa yang mendengarkan dengan seksama. Pesan ini disampaikan dengan gaya bahasa yang lugas namun menyentuh hati, sehingga mudah dicerna oleh para remaja usia belasan tahun tersebut.
Hadirnya Babinsa dari Koramil 1615/Haurgeulis juga bertujuan untuk mendekatkan institusi militer dengan kalangan pelajar. Seringkali, persepsi masyarakat terhadap TNI terbatas pada tugas keamanan dan pertahanan fisik. Melalui kegiatan seperti MPLS ini, TNI menunjukkan peran lunak (soft power) mereka dalam membina generasi muda agar menjadi pribadi yang tangguh, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Serka Mugiono mengajak para siswa untuk tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan mentalitas yang kuat menghadapi tantangan zaman.
Kepala Sekolah, Bapak Haryono Suhendro, menyambut baik kehadiran TNI dalam kegiatan sekolah. Menurutnya, kolaborasi antara pihak sekolah dan koramil sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan bebas dari pengaruh negatif seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, atau radikalisme. "Dengan adanya pembekalan dari Bapak-Bapak TNI, kami berharap siswa-siswi kami dapat memiliki pondasi karakter yang kokoh," ungkap Haryono.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau sangat tertib, aman, dan lancar. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan rasa hormat terhadap tamu undangan dari TNI. Tidak ada insiden gangguan keamanan atau tindakan yang melanggar tata tertib. Hal ini membuktikan bahwa upaya pembinaan yang dilakukan oleh Koramil 1615/Haurgeulis bersama pihak sekolah telah berjalan efektif.
Kegiatan pembukaan MPLS ini menjadi momentum penting bagi 600 siswa baru untuk memulai langkah mereka di bangku SMK dengan mindset yang benar. Mereka diajak untuk memahami bahwa menjadi siswa yang baik berarti juga menjadi calon warga negara yang baik. Disiplin yang diajarkan di sekolah hari ini akan menjadi modal berharga bagi mereka ketika terjun ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan tinggi di masa depan.
Keberhasilan Serka Mugiono dalam menyampaikan materi dan berinteraksi dengan ratusan siswa ini merupakan cerminan dari profesionalisme anggota TNI di tingkat kewilayahan. Babinsa tidak hanya bertugas menjaga keamanan desa, tetapi juga aktif membentuk peradaban melalui pendidikan karakter. Di SMK N 1 Gantar, jejak kaki Serka Mugiono dan pesan-pesan kebangsaannya akan terus bergema, menginspirasi 600 pemuda-pemudi Indramayu untuk tumbuh menjadi generasi emas yang bangga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
