HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Koptu Apih Santosa Kawal Stabilitas Pasar Haurgeulis! Pantau Harga Sembako, Bawang Merah Turun Drastis Jadi Rp30.000, Gula dan Telur Merangkak Naik


INDRAMAYU – Komitmen TNI dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat kembali dibuktikan di wilayah Kecamatan Haurgeulis. Pada Selasa (28/7/2026), mulai pukul 08.30 WIB, Anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Koptu Apih Santosa, melaksanakan kegiatan pemantauan harga bahan pokok (sembako) di Pasar Daerah Haurgeulis, Desa Haurgeulis. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang, mencegah penimbunan, serta melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi harga yang tidak wajar.

Dalam pantauan lapangan yang dilakukan secara langsung oleh Koptu Apih Santosa, sebagian besar komoditas strategis masih terpantau stabil. Beras medium tetap berada di angka Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng dijual seharga Rp17.000 per liter. Komoditas lain seperti jagung (Rp13.000/kg), kedelai lokal (Rp10.000/kg), bawang putih (Rp40.000/kg), dan daging sapi (Rp140.000/kg) juga tercatat tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan minggu sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan dari distributor ke pasar tradisional berjalan lancar tanpa hambatan distribusi yang berarti.

Namun, ada beberapa komoditas yang mengalami pergerakan harga yang perlu menjadi perhatian. Harga gula pasir tercatat mengalami kenaikan tipis dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Demikian pula dengan harga telur ayam yang dilaporkan mengalami kenaikan, meskipun angkanya belum disebutkan secara spesifik dalam laporan awal, hal ini mengindikasikan adanya tekanan permintaan atau biaya produksi pakan ternak. Di sisi lain, kabar baik datang dari sektor hortikultura dan protein hewani lainnya. Harga bawang merah mengalami penurunan cukup signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, seiring dengan membanjirnya hasil panen petani lokal. Harga daging ayam potong juga turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, yang tentu sangat menguntungkan bagi ibu rumah tangga.

Kegiatan pemantauan ini memiliki tujuan strategis, yaitu mengawasi kestabilan harga, mencegah praktik spekulasi oleh oknum tertentu, serta mendukung kebijakan stabilisasi harga pemerintah. Dengan kehadiran Babinsa di pasar, para pedagang merasa lebih terkontrol untuk menjual barang dengan harga yang wajar dan transparan. Koptu Apih Santosa juga berinteraksi dengan para pedagang dan pembeli untuk mendengar keluhan langsung mengenai ketersediaan barang, sehingga data yang diperoleh lebih akurat dan representatif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Haurgeulis terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada gejolak sosial maupun aksi protes dari masyarakat terkait harga barang. Langkah proaktif Koramil 1615/Haurgeulis ini patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat. Dengan monitoring yang rutin dan berkelanjutan, diharapkan inflasi di tingkat daerah dapat ditekan, sehingga daya beli masyarakat Haurgeulis tetap terjaga dan perekonomian lokal terus bergerak positif.
Posting Komentar