Serma Aan Subhan Pantau Harga Sembako di Pasar Terisi! Beras Stabil Rp12.000, Cabe Rawit Hijau Tembus Rp45.000
Juli 28, 2026
INDRAMAYU – Upaya menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat terus dilakukan oleh jajaran Kodim 0616/Indramayu melalui satuan kewilayahan. Pada Selasa (28/7/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, Serma Aan Subhan, anggota Koramil 1613/Terisi, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok (sembako) di Pasar Terisi, Desa Karangasem, Kecamatan Terisi. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang tetap terjaga dan harga yang ditawarkan kepada konsumen masih dalam batas wajar serta sesuai dengan acuan pemerintah.
Dalam pantauan langsung yang dilakukan oleh Serma Aan Subhan, sebagian besar komoditas strategis terpantau stabil. Harga beras medium tercatat masih berada di angka yang sangat terjangkau, yaitu Rp12.000 per kilogram. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang menjadikan beras sebagai sumber karbohidrat utama. Selain itu, harga daging sapi juga terpantau stabil di angka Rp130.000 per kilogram, sementara daging ayam potong dijual seharga Rp35.000 per kilogram. Kestabilan harga protein hewani ini menunjukkan bahwa distribusi dari peternak ke pasar tradisional berjalan lancar tanpa hambatan logistik yang signifikan.
Namun, terdapat beberapa komoditas yang harganya perlu menjadi perhatian khusus. Harga minyak goreng (migor) terpantau di angka Rp20.000 per kilogram, yang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah lain seperti Haurgeulis. Komoditas hortikultura juga menunjukkan pergerakan yang dinamis. Harga cabe rawit hijau tercatat cukup tinggi, yakni Rp45.000 per kilogram, kemungkinan dipengaruhi oleh faktor cuaca atau masa transisi panen. Sementara itu, harga cabe merah besar berada di angka Rp28.000 per kilogram. Untuk bumbu dapur lainnya, bawang merah dijual seharga Rp30.000 per kilogram dan bawang putih Rp35.000 per kilogram. Harga gula putih juga terpantau di angka Rp18.000 per kilogram, serta telur ayam sebesar Rp29.000 per kilogram.
Kegiatan monitoring ini memiliki peran strategis dalam mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga oleh oknum tertentu. Dengan kehadiran Babinsa di pasar, para pedagang merasa lebih terdorong untuk menjual barang dengan harga yang transparan dan wajar. Serma Aan Subhan juga berinteraksi secara intensif dengan para pedagang dan pembeli untuk mendengar keluhan langsung mengenai ketersediaan barang, sehingga data yang diperoleh lebih akurat dan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait jika terjadi kelangkaan mendadak.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Terisi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada gejolak sosial maupun protes dari masyarakat terkait harga barang. Langkah proaktif Koramil 1613/Terisi ini merupakan wujud nyata dari Bina Teritorial (Binter) yang mengedepankan kedekatan dengan rakyat. Dengan monitoring yang rutin dan berkelanjutan, diharapkan inflasi di tingkat daerah dapat ditekan, sehingga kesejahteraan masyarakat Kecamatan Terisi tetap terjaga dan perekonomian lokal terus bergerak positif meski di tengah tantangan global.
