HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

833 Kepala Keluarga di Desa Tugu Lelea Bersorak Gembira, Serma Zaenal Mustaqim Kawal Penyaluran BPNT 30 Kg Beras yang Mengguncang!

INDRAMAYU – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti Kantor Desa Tugu, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu pagi (22/8/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan warga telah memadati area kantor desa dengan antusiasme tinggi. Bukan untuk mengikuti demo atau protes, melainkan untuk menerima hak mereka sebagai penerima manfaat Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Di tengah kerumunan itu, sosok Babinsa Desa Tugu, Serma Zaenal Mustaqim, tampak sigap bergerak, memastikan setiap proses penyaluran berjalan lancar, tertib, dan tanpa celah kecurangan.

Kegiatan pendampingan distribusi BPNT untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026 ini menjadi sorotan utama karena volume bantuan yang cukup besar. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan jatah beras sebanyak 30 kilogram. Dengan total penerima mencapai 833 orang atau kepala keluarga, logistik yang harus dikelola tidaklah sedikit. Namun, berkat koordinasi solid antara berbagai pihak, antrian panjang dapat teratasi dengan sistematis dan efisien.

Serma Zaenal Mustaqim tidak hanya berdiri diam mengawasi. Ia aktif berinteraksi dengan warga, membantu mengarahkan alur antrian, serta memastikan bahwa beras yang diterima berada dalam kondisi baik dan sesuai timbangan. Kehadiran Babinsa ini memberikan rasa aman dan tenang bagi para lansia maupun ibu-ibu yang datang mengambil bantuan. "Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa bantuan dari pemerintah benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Tidak ada pungli, tidak ada diskriminasi, semua adil," tegas Serma Zaenal di sela-sela kesibukannya mengecek daftar penerima.

Hadir dalam kegiatan tersebut juga Kuwu Desa Tugu, Bapak Sutrisno, beserta seluruh perangkat desa yang turut membantu administrasi. Sinergitas tiga pilar keamanan dan pemerintahan terlihat sangat jelas dengan kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Tugu, Bripka Iip Ipandi, serta perwakilan dari Bulog Indramayu, yaitu Bapak Axlaimar dan Bapak Khaidir. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ratusan orang dalam satu lokasi.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Siti Aminah (55), mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. "Alhamdulillah, dapat beras 30 kg untuk tiga bulan. Ini sangat meringankan beban dapur saya. Terima kasih juga buat Pak Tentara dan Pak Polisi yang sudah menjaga kami agar tidak berebutan," ujarnya dengan senyum lebar sambil memeluk karung berasnya.

Bapak Sutrisno, Kuwu Desa Tugu, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif TNI dan Polri. "Dengan adanya pendampingan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kegiatan jadi lebih tertib. Warga merasa dilindungi dan dihargai. Ini contoh nyata kemanunggalan TNI-Polri dengan rakyat," katanya.

Selama kegiatan berlangsung dari pagi hingga selesai, situasi terpantau sangat aman dan kondusif. Tidak ada gesekan, keluhan berarti, maupun tindakan anarkis. Semua penerima manfaat pulang dengan membawa beras dan hati yang senang. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pendekatan humanis dan pengawasan ketat dari aparat kewilayahan mampu menciptakan distribusi bantuan sosial yang transparan dan akuntabel.

Penyaluran BPNT di Desa Tugu ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Lelea. Dengan jaminan keamanan dari Serma Zaenal Mustaqim dan rekan-rekannya, masyarakat semakin percaya bahwa negara hadir untuk menyejahterakan rakyatnya, bahkan di tingkat paling bawah sekalipun. Sebuah prestasi kecil yang dampaknya begitu besar bagi ketahanan pangan keluarga-keluarga prasejahtera di Indramayu.
Posting Komentar