HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Antisipasi Dampak Kemarau, Babinsa Serka Agus Nurohman Kawal Rapat Mitigasi dan Evaluasi LTT di Kecamatan Patrol


INDRAMAYU – Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian di Kabupaten Indramayu, namun rentan terhadap perubahan iklim, terutama saat musim kemarau. Menyikapi hal tersebut, jajaran Koramil 1614/Anjatan terus menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga ketahanan pangan wilayah. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB, Serka Agus Nurohman, Babinsa Desa Patrol Baru, menghadiri Rapat Tindak Lanjut Mitigasi Kekeringan dan Evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT) Periode April–September 2026. Kegiatan yang bertempat di Aula Kantor Balai Desa Patrol Baru, Kecamatan Patrol, ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan langkah pemerintah, TNI, dan petani dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Camat Patrol, Bapak Bagus Asep Trisnadi, dan dihadiri oleh unsur Muspika serta pemangku kepentingan terkait. Dari pihak kepolisian, hadir Brigadir Wahidin mewakili Kapolsek Patrol. Sementara dari sektor teknis pertanian dan pengairan, turut hadir Plt. UPTD Pertanian Kecamatan Patrol (Bapak Heri), Pengamat Pengairan PJT II (Bapak Aang), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Bapak Warman. Kehadiran para Kuwu dari enam desa, yaitu Patrol Baru, Patrol Lor, Mekarsari, Bugel, Limpas, dan Arjasari, serta Ketua KTNA Kecamatan Patrol, menegaskan pentingnya koordinasi lintas desa dalam pengelolaan sumber daya air.

Dalam forum diskusi yang intensif tersebut, fokus utama pembahasan adalah evaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) selama periode April hingga September 2026. Data LTT menjadi indikator vital untuk mengukur keberhasilan program tanam dan menjadi dasar penyusunan strategi percepatan tanam pada musim berikutnya. Para peserta rapat juga menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi riil di lapangan, termasuk kendala yang dihadapi kelompok tani akibat berkurangnya debit air di saluran irigasi.

Serka Agus Nurohman, yang mewakili Danramil 1614/Anjatan, menekankan pentingnya sinergi antara semua elemen untuk memastikan distribusi air berjalan adil dan transparan. Ia menyatakan bahwa TNI siap membantu mengamankan jalannya pembagian air guna mencegah potensi konflik antar-kelompok tani atau antar-desa. "Kami akan terus memantau situasi di lapangan, terutama saat masa-masa kritis giliran air, untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan," tegasnya.

Hasil penting dari rapat ini adalah kesepakatan mengenai teknis mitigasi kekeringan melalui optimalisasi pengaturan gilir air irigasi. Disepakati skema pembagian air yang spesifik untuk beberapa saluran sekunder (SS), yakni SS Eretan dengan pola 3-3-4 dan SS Anjatan dengan pola 4-3-3. Selain itu, disepakati pula adanya pengawalan khusus saat masa "Gilir Akhir" untuk memastikan sisa air dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani di ujung saluran. Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalisir gagal panen di area yang rawan kekurangan air.

Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam setiap tahapan pengambilan keputusan memberikan rasa aman bagi para petani. Mereka merasa memiliki tempat untuk mengadukan masalah dan mendapatkan solusi yang cepat. Koordinasi yang terjalin dengan baik antara pemerintah kecamatan, dinas teknis, TNI, Polri, dan kelompok tani menciptakan ekosistem pertanian yang lebih tangguh.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Tidak ada gesekan atau ketegangan yang terjadi selama proses musyawarah, yang mencerminkan kematangan para stakeholder dalam menyelesaikan masalah bersama. Dengan adanya rencana mitigasi yang jelas dan komitmen pengawasan dari Babinsa Serka Agus Nurohman serta rekan-rekan lainnya, diharapkan petani di Kecamatan Patrol dapat melewati musim kemarau tahun 2026 ini dengan lebih tenang dan produktif.

Keberhasilan rapat ini menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif adalah kunci utama dalam mengelola sumber daya alam yang terbatas. Bagi Kodim 0616/Indramayu, partisipasi Babinsa seperti Serka Agus Nurohman bukan hanya tugas rutin, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI-Rakyat dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Bumi Wiralodra.
Posting Komentar