HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa, Serka Sukron Kawal Penyaluran 30 Kg Beras untuk 656 KPM di Desa Pengauban, Lelea


INDRAMAYU – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau kini sering dikenal sebagai Bantuan Pangan Langsung (BPL) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat prasejahtera. Untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan berjalan tanpa hambatan, peran pendampingan dari aparat kewilayahan seperti Babinsa sangat krusial. Hal ini kembali ditunjukkan oleh Serka Sukron, Babinsa Desa Pengauban dari Koramil 1612/Lelea, Kodim 0616/Indramayu.

Pada Kamis (20/8/2026), sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, Serka Sukron turun langsung ke Kantor Desa Pengauban, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, untuk melaksanakan kegiatan pendampingan penyaluran bantuan pangan. Kegiatan kali ini memiliki volume yang cukup besar karena mencakup distribusi beras untuk tiga bulan sekaligus, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan jatah beras sebanyak 30 kilogram, sebuah jumlah yang signifikan untuk membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Total ada 656 KPM atau orang yang terdaftar sebagai penerima manfaat di Desa Pengauban untuk periode tersebut. Angka ini menunjukkan besarnya tanggung jawab yang harus dikelola oleh panitia desa dan pihak terkait agar proses pengambilan bantuan berjalan tertib, cepat, dan adil. Kehadiran Serka Sukron di lokasi bertujuan untuk memantau keamanan, membantu pengaturan antrean, serta memastikan tidak adanya gesekan atau kecurangan dalam proses distribusi.

Dalam kegiatan tersebut, terlihat sinergi yang kuat antara berbagai elemen pemerintahan dan instansi terkait. Turut hadir Kuwu (Kepala Desa) Pengauban, Bapak Daya, beserta seluruh perangkat desanya yang bertindak sebagai pelaksana teknis di lapangan. Selain itu, kehadiran Bripka Joko Susanto, Babinkamtibmas Desa Pengauban, menambah lapisan keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Kolaborasi antara Babinsa dan Babinkamtibmas ini menjadi jaminan bahwa situasi kamtibmas tetap terjaga dengan baik.

Tidak ketinggalan, perwakilan dari Perum Bulog Indramayu, yakni Bapak Axlaimar dan Bapak Khaidir, juga hadir untuk mengawal kualitas dan kuantitas beras yang disalurkan. Mereka memastikan bahwa beras yang diterima oleh warga adalah beras dengan kualitas standar yang layak konsumsi, bebas dari kutu atau kerusakan lainnya. Koordinasi antara pihak desa, TNI, Polri, dan Bulog ini menjadi contoh nyata bagaimana birokrasi dapat bekerja secara efektif ketika semua pihak bergerak dalam satu visi pelayanan publik.

Suasana di Kantor Desa Pengauban tampak ramai namun terkendali. Para warga penerima manfaat datang secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Serka Sukron aktif berinteraksi dengan warga, menanyakan apakah ada kendala dalam proses pengambilan, serta memberikan imbauan untuk menggunakan bantuan tersebut sebaik-baiknya bagi kebutuhan gizi keluarga. Banyak warga yang mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah dan kehadiran TNI yang selalu siap membantu di saat mereka membutuhkan.

Selama seluruh rangkaian kegiatan penyaluran BPNT berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Tidak terjadi kerusuhan, antrian panjang yang tidak terkendali, maupun keluhan berarti dari masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari perencanaan yang matang oleh Pemerintah Desa Pengauban serta dukungan penuh dari Koramil 1612/Lelea.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0616/Indramayu senantiasa menginstruksikan anggotanya untuk aktif mendampingi program-program sosial pemerintah. Dengan pendampingan yang intensif seperti yang dilakukan Serka Sukron, diharapkan bantuan negara benar-benar sampai ke tangan yang berhak, sehingga tujuan pemerataan kesejahteraan dapat tercapai.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Pengauban, Kecamatan Lelea, tetap tenang. Warga merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, dan kepercayaan mereka terhadap institusi desa serta aparat keamanan semakin meningkat berkat transparansi dan ketertiban dalam penyaluran bantuan pangan ini.
Posting Komentar