Babinsa Sertu Sudono Anggota Koramil Krangkeng Dampingi Penanaman Mangrove Massal di Pantai Blok Banji, Libatkan Siswa SD dan Komunitas Peduli Lingkungan
Agustus 06, 2026
INDRAMAYU – Upaya restorasi ekosistem pesisir terus digencarkan di Kabupaten Indramayu sebagai bentuk mitigasi bencana alam dan pelestarian lingkungan. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, sebuah kegiatan penanaman pohon mangrove skala besar dilaksanakan di Pantai Blok Banji, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini merupakan bagian dari program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pembangunan penghijauan di luar kawasan hutan negara yang diinisiasi oleh Dinas Kehutanan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Bapak Dodit, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu. Turut hadir pula Camat Krangkeng, Indra Mulyana AP, M.Si., Kuwu Desa Tanjakan H. A. Wadi, serta perwakilan komunitas peduli mangrove setempat yang dipimpin oleh Bapak Raly Fadli. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dan provinsi dalam menjaga garis pantai Indramayu yang rentan terhadap abrasi.
Dari sisi keamanan dan ketertiban wilayah, kehadiran unsur TNI dan Polri sangat terasa. Sertu Sudono, Babinsa Desa Tanjakan, bersama Aipda Faisal Reza, Bhabinkamtibmas Desa Tanjakan, aktif mendampingi jalannya kegiatan. Peran mereka tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga tanaman bakau sebagai benteng alami terhadap gelombang laut. Sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan penyuluh kehutanan seperti Bapak Ujang serta Personil Jaga Leuweung menciptakan suasana kerja yang solid dan terkoordinasi dengan baik.
Salah satu poin menarik dari kegiatan ini adalah pelibatan generasi muda. Sejumlah siswa dan siswi dari SDN 2 Karangsong, Indramayu, turut serta menanam bibit mangrove. Keterlibatan anak-anak sekolah dasar ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Mereka diajarkan secara langsung bagaimana cara menanam mangrove yang benar agar tingkat keberhasilannya tinggi. Antusiasme para siswa terlihat jelas saat mereka berbaur dengan dewasa, memegang cangkul, dan memasukkan bibit ke dalam lumpur pantai.
Sertu Sudono menyatakan bahwa partisipasi Babinsa dalam kegiatan lingkungan adalah wujud nyata dari dukungan TNI terhadap program pemerintah dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir. "Dengan adanya mangrove yang rimbun, nelayan akan lebih aman melaut, dan desa akan terlindungi dari ancaman rob atau abrasi," ujarnya singkat di sela-sela kegiatan.
Seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Tidak ada insiden yang terjadi selama proses penanaman berlangsung. Masyarakat Desa Tanjakan menyambut positif kegiatan ini karena selain memperbaiki lingkungan, program ini juga membuka peluang ekonomi jangka panjang melalui ekowisata mangrove yang sedang dikembangkan oleh komunitas lokal.
Dengan terselesaikannya penanaman pada tahap ini, diharapkan bibit-bibit mangrove dapat tumbuh subur dan menjadi sabuk hijau yang efektif di pesisir Krangkeng. Kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, komunitas, dan pelajar seperti yang ditunjukkan di Pantai Blok Banji ini menjadi model ideal bagi gerakan konservasi lingkungan lainnya di Kabupaten Indramayu.
