FKJI Indramayu Kencangkan Sabuk Pengaman: 14 Ketua Organisasi Pers Nyatakan Soliditas Penuh
Agustus 06, 2026
Indramayu - Kabupaten Indramayu kembali mencatatkan sejarah penting dalam peta kewartawanan lokal. Sebuah momentum strategis terjadi ketika empat belas pimpinan organisasi pers dan komunitas jurnalis secara resmi menyatakan kesolidan mereka di bawah payung Forum Ketua Jurnalis Indramayu (FKJI).
Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah respons tegas terhadap tantangan disrupsi informasi yang kian kompleks.
Di tengah gempuran hoaks dan degradasi kepercayaan publik terhadap media, penyatuan barisan para pemimpin redaksi dan ketua organisasi ini menjadi sinyal kuat bahwa industri pers lokal siap berbenah diri untuk tetap relevan dan kredibel.
Rapat konsolidasi yang digelar di Rumah Makan Payoe, Jalan Olahraga, pada Rabu (5/8/2026) itu dipimpin langsung oleh Asmawi Day atau yang akrab disapa Bang Day. Suasana pertemuan terasa hangat namun sarat dengan substansi diskusi mengenai masa depan jurnalisme di Bumi Wiralodra.
Fokus utama agenda kali ini adalah penguatan struktur kepengurusan baru yang lebih adaptif, serta penegasan kembali peran pers sebagai kontrol sosial yang efektif.
Para peserta sepakat bahwa solidaritas antar-organisasi adalah kunci utama untuk menghadapi tekanan eksternal maupun internal yang sering kali menguji independensi wartawan di lapangan.
Asmawi Day menegaskan bahwa kehadiran 14 unsur organisasi, forum, dan komunitas dalam FKJI merupakan modal sosial yang sangat berharga. "Ini adalah bukti bahwa ego sektoral telah dikesampingkan demi kepentingan bersama.
Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi organisasi lain yang ingin bergabung, asalkan memiliki visi yang sama untuk memajukan kualitas jurnalistik," ujar Asmawi.
Ia menekankan bahwa jumlah anggota saat ini masih bersifat dinamis dan berpotensi bertambah seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kolaborasi positif.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah peningkatan kompetensi sumber daya manusia. FKJI berkomitmen untuk tidak hanya menjaga solidaritas, tetapi juga mendorong anggotanya untuk terus belajar.
Program pelatihan jurnalistik rutin dan partisipasi aktif dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) berjenjang menjadi prioritas utama.
Hal ini bertujuan memastikan bahwa setiap karya jurnalistik yang diproduksi oleh anggota FKJI memenuhi standar profesionalisme tinggi dan taat pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Dalam kesempatan tersebut, H. Dedi S. Musashi, Ketua PWI Kabupaten Indramayu, bersama H. Udi Iswahyudi, menyoroti isu sensitif mengenai maraknya pencatutan nama organisasi pers oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Fenomena ini dinilai sangat merusak citra profesi jurnalis dan menurunkan wibawa organisasi yang sah.
Mereka menyerukan agar seluruh elemen pers di Indramayu waspada dan proaktif dalam membersihkan ekosistem media dari praktik-praktik ilegal tersebut.
Integritas organisasi harus dijaga ketat agar publik tetap percaya pada fungsi pers sebagai pilar demokrasi.
"Jurnalis harus menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat. Jangan biarkan nama baik profesi ternoda oleh ulah segelintir oknum," tegas H. Udi dalam sambutannya.
Pernyataan ini mendapat sambutan hangat dari seluruh hadirin, yang menyadari bahwa reputasi adalah aset paling mahal dalam dunia jurnalistik.
Daftar pimpinan yang tergabung dalam sinergi besar ini mencakup perwakilan dari berbagai organisasi terkemuka, mulai dari KOMBES, IWOI, PJIB, JOIN, KWRI, FORWIT, Geplak, PWI, FPWI, IWO, KJB, hingga IMOI. Kehadiran tokoh-tokoh seperti Chong Soneta, Atim Sawano, Dewa, Cutisna, Wira, H. A. Gani, Ali Z, Tomi Susanto, Kang Supardi, Nurpad, Almak, dan Taufik menunjukkan breadth of representation yang luas.
Melalui konsolidasi ini, FKJI berharap dapat melahirkan generasi insan pers yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral.
Dengan fondasi solidaritas yang kuat dan komitmen pada etika, diharapkan pers di Indramayu mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, sekaligus menjadi penyejuk di tengah riuh rendahnya arus informasi digital.
Sinergi tanpa batas ini menjadi janji bersama untuk menjaga martabat profesi dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.***
