Serka F. Apik Guncang Pasar Terisi, Cabe Rawit Tembus Rp60 Ribu Sementara Telur dan Migor Justru Turun Drastis!
Agustus 29, 2026
INDRAMAYU – Suasana pagi Sabtu (29/8/2026) di wilayah Koramil 1613/Terisi, Kabupaten Indramayu, terasa begitu dinamis sejak pukul 08.30 WIB. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasar tradisional, kehadiran Serka F. Apik, anggota Koramil 1613/Terisi, membawa nuansa pengawasan yang ketat namun humanis. Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi rakyat jelata, prajurit TNI ini turun langsung memantau harga sembilan bahan pokok (sembako) di berbagai toko dan pasar untuk memastikan tidak ada permainan harga atau penimbunan yang merugikan masyarakat.
Pemantauan yang dilakukan Serka F. Apik ini mengungkap fakta mengejutkan di lapangan. Sebagian besar komoditas strategis seperti beras (Rp13.000/kg), daging sapi (Rp140.000/kg), dan bawang putih (Rp38.000/kg) terpantau masih stabil. Namun, sorotan utama tertuju pada harga cabe rawit hijau yang meroket tajam hingga menyentuh angka Rp60.000/kg. Kenaikan signifikan ini diduga akibat gagal panen lokal dan tingginya permintaan dari industri kuliner, yang membuat ibu rumah tangga terpaksa berhemat dalam menggunakan bumbu pedas tersebut.
Di sisi lain, kabar gembira datang dari harga telur ayam dan minyak goreng (migor). Telur ayam yang sebelumnya sempat tinggi kini turun menjadi Rp29.000/kg, sementara migor stabil di angka Rp16.000/kg. Penurunan harga telur ini sangat menguntungkan bagi keluarga berpenghasilan rendah yang mengandalkan protein hewani terjangkau untuk gizi anak-anak mereka. Harga cabe merah (Rp32.000/kg), bawang merah (Rp36.000/kg), gula putih (Rp18.000/kg), dan daging ayam (Rp34.000/kg) juga terpantau relatif wajar dan tidak mengalami gejolak ekstrem.
"Tujuan kami hadir di sini bukan untuk menakut-nakuti pedagang, tapi untuk memastikan harga tetap wajar dan terjangkau. Kami juga ingin mencegah adanya spekulan yang memanfaatkan momen tertentu untuk menaikkan harga secara sepihak," tegas Serka F. Apik sambil berdialog dengan para penjual. Ia menekankan bahwa transparansi harga adalah kunci kepercayaan konsumen terhadap pasar tradisional.
Para pedagang di wilayah Terisi menyambut baik kehadiran Babinsa. Mereka mengaku merasa lebih tenang karena adanya pengawasan rutin dari pihak keamanan. "Dengan ada Pak Tentara yang cek harga, kami jadi lebih hati-hati memasang label. Kami tidak mau dituduh main harga seenaknya," ujar salah satu pedagang sembako, Ibu Siti.
Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di pasar dan toko-toko terpantau sangat aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada gejolak atau protes dari warga terkait harga. Sinergitas antara Koramil 1613/Terisi dan para pelaku pasar terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan supply and demand.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran Kodim 0616/Indramayu dalam mendukung kebijakan stabilisasi harga pemerintah. Dengan monitoring yang konsisten, diharapkan daya beli masyarakat Terisi tetap terjaga despite adanya fluktuasi harga pada komoditas tertentu seperti cabe rawit. Sebuah langkah preventif yang cerdas dari Serka F. Apik untuk melindungi kesejahteraan rakyat kecil dari jeratan inflasi yang tak terkendali.
