Serma Ahmad Sugito Sidak Harga di Toko H. Yassir Rajasinga, Telur Masih 'Ngeyel' di Rp33 Ribu, Warga Diimbau Tetap Waspada!
Agustus 27, 2026
INDRAMAYU – Ketegangan menyelimuti para ibu rumah tangga dan pedagang di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Kamis pagi (27/8/2026). Sejak pukul 09.00 WIB, kehadiran Serma Ahmad Sugito, anggota Koramil 1613/Terisi, langsung menjadi pusat perhatian di Toko H. Yassir. Dengan sigap, prajurit TNI ini melakukan monitoring dan pengecekan harga kebutuhan pokok secara mendetail, memastikan tidak ada permainan harga yang merugikan masyarakat kecil di tengah fluktuasi pasar yang kian tak menentu.
Langkah proaktif Serma Ahmad Sugito ini merupakan respons cepat terhadap keluhan warga terkait kenaikan harga beberapa komoditas strategis. Ia berkeliling memeriksa setiap rak barang, mencatat harga terbaru, dan berdialog langsung dengan pemilik toko serta pembeli yang sedang bertransaksi. Tujuannya jelas: menciptakan transparansi harga dan mencegah adanya praktik spekulasi atau penimbunan barang oleh oknum tertentu.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan gambaran yang cukup mengkhawatirkan pada beberapa item. Harga telur ayam terpantau masih melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp33.000 per kilogram. Kenaikan ini tentu membuat dahi para ibu-ibu berkerut, mengingat telur adalah sumber protein utama yang hampir selalu ada di meja makan keluarga Indonesia. "Kami harus waspada dengan kenaikan harga telur. Ini bisa memengaruhi gizi anak-anak jika daya beli turun," ujar Serma Ahmad Sugito sambil memeriksa kualitas telur yang dijual.
Selain telur, harga minyak goreng (migor) juga tercatat sebesar Rp17.000 per kilogram, sementara gula pasir berada di kisaran Rp19.000 per kilogram. Untuk bumbu dapur, bawang merah masih bertengger di angka tinggi yaitu Rp44.000 per kilogram, dan bawang putih di Rp40.000 per kilogram. Kacang kedelai juga mengalami kenaikan menjadi Rp20.000 per kilogram.
Namun, ada kabar baik untuk sebagian komoditas. Harga beras masih relatif stabil di angka Rp13.000 per kilogram, jagung di Rp10.000 per kilogram, dan daging sapi justru terpantau lebih murah dibandingkan wilayah lain yaitu Rp130.000 per kilogram. Daging ayam dijual seharga Rp38.000 per kilogram.
Salah satu pembeli, Ibu Siti (45), mengaku merasa tenang dengan adanya patroli harga dari pihak TNI. "Alhamdulillah ada Pak Tentara yang cek harga. Jadi kami jadi tahu harga wajar itu berapa. Kalau ada yang naik terlalu jauh, kami jadi berani komplain karena sudah ada datanya," katanya sambil tersenyum.
Pemilik Toko H. Yassir juga menyatakan kooperatif. "Kami jual sesuai harga pasaran dari supplier. Tidak ada mark-up sendiri. Kehadiran Pak Serma justru membantu kami meyakinkan pelanggan bahwa harga kami wajar," ujarnya.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Toko H. Yassir dan sekitarnya terpantau aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada gejolak atau protes dari warga. Kehadiran Serma Ahmad Sugito berhasil menciptakan efek psikologis positif, di mana para pedagang merasa diawasi untuk bertindak jujur, dan pembeli merasa dilindungi hak-haknya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran Babinsa dan anggota Koramil dalam menjaga stabilitas ekonomi mikro di wilayah binaan. Dengan data harga yang akurat dan update, Kodim 0616/Indramayu dapat mengambil langkah-langkah antisipatif jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar. Warga pun berharap monitoring seperti ini dapat dilakukan secara rutin, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan atau momen tertentu yang biasanya memicu kenaikan harga pangan.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas jual beli di Desa Rajasinga kembali berjalan normal, namun kewaspadaan terhadap fluktuasi harga, khususnya pada komoditas telur dan bawang, tetap menjadi perhatian utama semua pihak.
